Sejarah di Jatim
Dari Kutho Miring ke Kota Karismatik, ini Jejak Sejarah Madiun
Dari kerajaan kuno hingga menyandang julukan Kota Karismatik, Madiun menyimpan jejak sejarah panjang yang jarang diketahui.
Penulis: Septadera Candra Purnama | Editor: Arie Noer Rachmawati
Ringkasan Berita:
- Kota Madiun memiliki sejarah panjang sejak era kerajaan kuno, Mataram Islam, kolonial Belanda, hingga menjadi kota modern strategis di jalur Surabaya–Yogyakarta.
- Masa kolonial dan pascakemerdekaan membentuk struktur pemerintahan Madiun, mulai dari Kota Praja, Kotapraja, hingga Kotamadya, dengan sejumlah perubahan wilayah dan status.
- Identitas budaya Madiun kian kuat, dikenal sebagai Kota Pecel, Kota Brem, Kota Pendekar, dan resmi menyandang city branding Kota Karismatik sejak 2018.
TRIBUNJATIM.COM – Kota Madiun merupakan salah satu wilayah strategis di Jawa Timur yang memiliki sejarah panjang.
Bermula dari masa kerajaan kuno, era Mataram Islam, penjajahan kolonial, hingga berkembang sebagai kota modern saat ini.
Letaknya di jalur utama Surabaya-Yogyakarta menjadikan Madiun sejak lama berperan penting sebagai pusat pemerintahan, perdagangan, dan pergerakan masyarakat.
Tak hanya dikenal lewat kuliner khas seperti pecel dan brem, Madiun juga menyimpan rekam jejak sejarah yang kuat, sehingga mendapat berbagai julukan, mulai dari Kota Budaya, Kota Pendekar hingga Kota Karismatik.
Asal-usul Awal Wilayah Madiun
Jauh sebelum terbentuk sebagai kota, wilayah Madiun telah dihuni sejak masa kuno.
Pada akhir era Kerajaan Majapahit, di wilayah Madiun bagian selatan berdiri pemerintahan Gagelang yang dipimpin Adipati Gugur, putra Raja Brawijaya terakhir.
Seiring pertimbangan geografis dan ekonomi, pusat pemerintahan kemudian bergeser ke utara, di kawasan yang dikenal sebagai Kutho Miring.
Diketahui, daerah tersebut kini berada di wilayah Kelurahan Demangan.
Pada masa Kesultanan Mataram Islam, Madiun menjadi wilayah mancanegara timur dengan kepala daerah bergelar Ronggo.
Dari wilayah inilah lahir tokoh nasional Ali Basah Sentot Prawirodirdjo, panglima perang Pangeran Diponegoro yang berasal dari Madiun.
Baca juga: 5 Fakta Sejarah Kota Batu, Terkenal Kota Apel Jawa Timur, Dulu Dijuluki Swis Kecil di Pulau Jawa
Masa Kolonial dan Lahirnya Kota Praja Madiun
Dilansir dari laman Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi Madiun, sebelum terjadinya perang Diponegoro, wilayah ini belum terjamah oleh bangsa Belanda atau Eropa.
Setelah berakhirnya Perang Diponegoro, Belanda mulai menguasai wilayah Madiun secara resmi pada 1 Januari 1832.
Pemerintah kolonial kemudian membentuk Karesidenan Madiun dengan pusat pemerintahan di Desa Kartoharjo.
Lokasi tersebut merupakan tempat istana Patih Kartoharjo yang berdekatan dengan istana Kabupaten Madiun di Desa Pangongangan.
| Candi Dermo Sidoarjo, Gapura Paduraksa Peninggalan Majapahit yang Jadi Wisata Edukasi Sejarah |
|
|---|
| Sejarah Candi Kalicilik di Blitar, Peninggalan Kerajaan Majapahit dengan Relief Surya Majapahit |
|
|---|
| Sejarah Kampung Kemasan Gresik, Dari Permukiman Pengrajin Emas hingga Jadi Kawasan Heritage |
|
|---|
| Sejarah Petirtaan Jolotundo Mojokerto, Situs Kuno yang Dibangun untuk Menyambut Kelahiran Airlangga |
|
|---|
| Sejarah Situs Duplang Jember, Sarana Ritual dan Pemakaman Zaman Prasejarah Megalitikum |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Tugu-Pendekar-Madiun.jpg)