Sejarah di Jatim

Dari Kutho Miring ke Kota Karismatik, ini Jejak Sejarah Madiun

Dari kerajaan kuno hingga menyandang julukan Kota Karismatik, Madiun menyimpan jejak sejarah panjang yang jarang diketahui.

arsip-ppid.madiunkota.go.id
TUGU PENDEKAR - Monumen yang menjadi ikon serta melambangkan julukan Kota Madiun sebagai "Kota Pendekar". Berakar dari keberadaan 14 perguruan pencak silat aktif di wilayah tersebut, Kamis (12/2/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Kota Madiun memiliki sejarah panjang sejak era kerajaan kuno, Mataram Islam, kolonial Belanda, hingga menjadi kota modern strategis di jalur Surabaya–Yogyakarta.
  • Masa kolonial dan pascakemerdekaan membentuk struktur pemerintahan Madiun, mulai dari Kota Praja, Kotapraja, hingga Kotamadya, dengan sejumlah perubahan wilayah dan status.
  • Identitas budaya Madiun kian kuat, dikenal sebagai Kota Pecel, Kota Brem, Kota Pendekar, dan resmi menyandang city branding Kota Karismatik sejak 2018.

 

TRIBUNJATIM.COM – Kota Madiun merupakan salah satu wilayah strategis di Jawa Timur yang memiliki sejarah panjang.

Bermula dari masa kerajaan kuno, era Mataram Islam, penjajahan kolonial, hingga berkembang sebagai kota modern saat ini.

Letaknya di jalur utama Surabaya-Yogyakarta menjadikan Madiun sejak lama berperan penting sebagai pusat pemerintahan, perdagangan, dan pergerakan masyarakat.

Tak hanya dikenal lewat kuliner khas seperti pecel dan brem, Madiun juga menyimpan rekam jejak sejarah yang kuat, sehingga mendapat berbagai julukan, mulai dari Kota Budaya, Kota Pendekar hingga Kota Karismatik.

Asal-usul Awal Wilayah Madiun

Jauh sebelum terbentuk sebagai kota, wilayah Madiun telah dihuni sejak masa kuno.

Pada akhir era Kerajaan Majapahit, di wilayah Madiun bagian selatan berdiri pemerintahan Gagelang yang dipimpin Adipati Gugur, putra Raja Brawijaya terakhir.

Seiring pertimbangan geografis dan ekonomi, pusat pemerintahan kemudian bergeser ke utara, di kawasan yang dikenal sebagai Kutho Miring

Diketahui, daerah tersebut kini berada di wilayah Kelurahan Demangan.

Pada masa Kesultanan Mataram Islam, Madiun menjadi wilayah mancanegara timur dengan kepala daerah bergelar Ronggo.

Dari wilayah inilah lahir tokoh nasional Ali Basah Sentot Prawirodirdjo, panglima perang Pangeran Diponegoro yang berasal dari Madiun.

Baca juga: 5 Fakta Sejarah Kota Batu, Terkenal Kota Apel Jawa Timur, Dulu Dijuluki Swis Kecil di Pulau Jawa

Masa Kolonial dan Lahirnya Kota Praja Madiun

Dilansir dari laman Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi Madiun, sebelum terjadinya perang Diponegoro, wilayah ini belum terjamah oleh bangsa Belanda atau Eropa.

Setelah berakhirnya Perang Diponegoro, Belanda mulai menguasai wilayah Madiun secara resmi pada 1 Januari 1832.

Pemerintah kolonial kemudian membentuk Karesidenan Madiun dengan pusat pemerintahan di Desa Kartoharjo.

Lokasi tersebut merupakan tempat istana Patih Kartoharjo yang berdekatan dengan istana Kabupaten Madiun di Desa Pangongangan.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved