Hajatan dan Dapur MBG Diyakini Picu Kenaikan Harga Daging Ayam di Lumajang
Harga daging ayam di Kabupaten Lumajang merangkak naik pada awal Ramadan 2026. Di Pasar Baru Lumajang, harga ayam mencapai Rp 40 ribu
Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Ndaru Wijayanto
Ringkasan Berita:
- Harga daging ayam di Pasar Baru, Lumajang, naik menjadi Rp 40 ribu per kilogram menjelang Ramadan akibat lonjakan permintaan.
- Bupati Indah Amperawati Masdar menyebut peningkatan hajatan, tradisi selametan, buka puasa, serta operasional dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi pemicu kenaikan.
- Pemkab Lumajang menyiapkan operasi pasar murah untuk sembako seperti beras, minyak, dan telur guna menekan gejolak harga.
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Erwin Wicaksono
TRIBUNJATIM.COM, LUMAJANG - Harga daging ayam di Kabupaten Lumajang merangkak naik pada awal Ramadan 2026. Di Pasar Baru Lumajang, harga ayam tercatat mencapai Rp 40 ribu per kilogram.
Kenaikan harga ini mendapat perhatian Bupati Lumajang, Indah Amperawati Masdar. Ia menyebut lonjakan permintaan menjadi salah satu faktor utama kenaikan harga di pasaran.
Menurut Bupati yang akrab disapa Bunda Indah tersebut, meningkatnya aktivitas hajatan atau selametan serta kebutuhan konsumsi saat berbuka puasa turut mendorong tingginya permintaan daging ayam.
“Kalau soal daging ayam itu memang naik, itu karena bulan Ramadan ini kan banyak orang selametan. Kalau buka puasa itu harus yang enak, makan ayam goreng. Nah itu melonjak naik. Sekarang sudah banyak dapur MBG yang beroperasional itu menjadi salah satu faktor kenaikan,” ujar Indah di Kantor Bupati Lumajang, Kamis (19/2/2026).
Ia menambahkan, beroperasinya dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) juga menjadi salah satu faktor meningkatnya kebutuhan ayam di daerah tersebut.
Baca juga: Harga Daging Ayam dan Telur di Lumajang Melonjak, Pedagang Warung Putar Otak Jaga Pelanggan
Pemkab Siapkan Operasi Pasar Murah
Untuk menekan gejolak harga bahan pokok, Pemerintah Kabupaten Lumajang menyiapkan operasi pasar murah.
“Pertama kita akan melakukan operasi pasar murah. Jadi sembako murah terutama beras, minyak, telur, itu yang akan kita lakukan. Meskipun sebelum Ramadan kita juga telah melakukan itu, untuk mengendalikan harga,” katanya.
Ia menilai, kenaikan harga ayam sebenarnya masih bisa dikendalikan apabila ketersediaan pasokan mencukupi. Karena itu, pemerintah daerah mendorong masyarakat untuk memanfaatkan peluang usaha di sektor peternakan.
Baca juga: Awal Ramadan, Harga Cabai Rawit Merah di Jember Melonjak Tajam Tembus Rp 100 Ribu
“Tetapi sesungguhnya itu bisa dikendalikan. Saya mendorong masyarakat berinvestasi soal beternak ayam, baik ayam pedaging dan ayam petelur. Ketika kebutuhan tinggi tapi barang cukup, nah itu bisa mengendalikan harga,” jelasnya.
Terakhir, peningkatan produksi di tingkat lokal, Bupati berharap keseimbangan antara permintaan dan ketersediaan pasokan dapat terjaga, sehingga lonjakan harga tidak terus membebani masyarakat menjelang Ramadan.
Baca juga: Tradisi Megengan Jelang Ramadan, Harga Daging Ayam di Tulungagung Naik Jadi Rp 42.000 per Kg
harga daging ayam
jatim.tribunnews.com
berita Lumajang terkini
Indah Amperawati Masdar
makan bergizi gratis
dapur MBG
| Isi Tantangan Wagub Kalbar Krisantus ke Dedi Mulyadi, Sesumbar Bakal Cium Lutut Jika Berhasil |
|
|---|
| Parkir Liar di Simpang Lima Gumul Kediri Ditertibkan, Pengawasan Diperketat |
|
|---|
| Universitas Negeri Malang Raih Peringkat 4 Kampus Pendidikan Terbaik Asia |
|
|---|
| Agus Lega Akhirnya Pulang usai Terlantar di Kamboja, Dijanjikan Gaji Rp16 Juta Ternyata Disuruh Nipu |
|
|---|
| Proyek JLKT 13 Km di Bromo Dimulai, Dilengkapi Rest Area dan Parkir |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Penjual-ayam-potong-sedang-melayani-pembeli-di-Pasar-Baru-Lumajang.jpg)