Awal Ramadan, Harga Cabai Rawit Merah di Jember Melonjak Tajam Tembus Rp 100 Ribu
Harga cabai rawit sret merah di Kabupaten Jember, Jawa Timur, melonjak tajam pada awal Ramadan 2026. Di Pasar Tanjung Jember, komoditas
Penulis: Imam Nawawi | Editor: Ndaru Wijayanto
Ringkasan Berita:
- Harga cabai rawit sret merah di Pasar Tanjung, Jember, melonjak menjadi Rp 100 ribu per kilogram sejak lima hari terakhir, dari harga normal Rp 40–60 ribu.
- Kenaikan terjadi drastis dan tidak bertahap, bahkan bisa naik hingga Rp 20 ribu per hari akibat pasokan langka karena banyak lahan petani terdampak banjir.
- Meski harga tinggi, permintaan tetap ada menjelang Ramadan; selain cabai rawit, harga cabai merah besar dan tomat juga mengalami kenaikan.
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Imam Nawawi
TRIBUNJATIM.COM, JEMBER- Harga cabai rawit sret merah di Kabupaten Jember, Jawa Timur, melonjak tajam pada awal Ramadan 2026. Di Pasar Tanjung Jember, komoditas tersebut kini dijual hingga Rp 100 ribu per kilogram.
Harga tersebut sudah berlangsung selama lima hari terakhir. Sebelumnya, cabai rawit sret merah hanya berada di kisaran Rp 40 ribu hingga Rp 60 ribu per kilogram.
"Rp 100 ribu, untuk cabai rawit seret merah. Biasanya kan cuma Rp 40-60 ribu, sekarang harganya Rp 100 ribu perkilo," ujar Tukiyem, pedagang di Pasar Tanjung Jember, Kamis (19/2/2026).
Naik Drastis, Bisa Rp 20 Ribu dalam Sehari
Menurut Tukiyem, kenaikan harga terjadi secara cepat dan tidak bertahap. Bahkan dalam satu hari, lonjakan harga bisa mencapai Rp 20 ribu per kilogram.
"Misalkan sekarang Rp 60 ribu, besoknya bisa jadi Rp 80 ribu, besoknya terus Rp 100 ribu," kata Tukiyem.
Tukiyem mengatakan hal ini karena tengkulak kesulitan mendapatkan barangnya. Sabab banyak tanaman cabe milik petani kebanjiran akibat musim penghujan.
"Barangnya langka, kan banyak banjir dimana mana, akibatnya gagal panen. Sehingga pengepul harus mendatangkan barang dari luar, mulai dari Bojonegoro, Blitar dan Madura," paparnya.
Baca juga: Harga Cabai Rawit di Pasar Baru Tuban Tembus Rp100 Ribu per Kilogram Jelang Ramadan 2026
Oleh karena itu, Tukiyem mengatakan pembelian barang di tingkat tengkulak pun juga dibatasi, supaya pedagang lain di pasar ini bisa kebagian.
"Bisanya bisa ngambil 10 kilo. Setelah langka hanya boleh ngambil barang 5 kilo," tambahnya.
Namun meskipun harganya mahal, Tukiyem mengungkapkan tidak menyurutkan semangat konsumen membeli cabai rawit sret merah ini menjelang Ramadan.
"Jumlah pembeli ada peningkatan sedikit, meskipun pembelian lomboknya tidak banyak, biasnya beli setengah kilo jadi seperempat kilo," ulasnya.
Cabai Besar dan Tomat Ikut Naik
| Kisah Langka di Piala Dunia: 3 Kartu Kuning dalam Satu Laga karena Kesalahan Wasit |
|
|---|
| Doa dan Makna Wukuf di Arafah, Puncak Ibadah Haji yang Penuh Ampunan |
|
|---|
| Pelantikan Ketua DPRD Surabaya Belum Digelar, Gubernur Jatim Khofifah Tunggu Surat Resmi DPRD |
|
|---|
| Jabatan Kepala OPD Nganjuk Diperebutkan, 16 Peserta Lolos Seleksi Administrasi JPT Pratama |
|
|---|
| Adat Longkangan Munjungan Trenggalek Raih Status WBTB, Tradisi 177 Tahun Kian Mendunia |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Aktifitas-pedagang-cabai-rawit-di-Pasar-Tanjung-Jember-Jawa-Timur.jpg)