Tradisi dan Budaya di Jatim

Tradisi Tabuh Bedug usai Tarawih di Masjid Nurul Qolbi Ponorogo, Warisan Ramadan yang Dirawat

Tradisi tabuh bedug setelah salat Tarawih di Masjid Nurul Qolbi Ponorogo menjadi warisan yang terus dirawat lintas generasi setiap datangnya Ramadan.

Tayang:
Tribun Jatim Network/Pramita Kusumaningrum
TRADISI TABUH BEDUG - Jemaah Masjid Nurul Qolbi Ponorogo di Kelurahan Setono, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur saat menabuh bedug, Selasa (24/2/2026). Tradisi ini sudah turun menurun sejak 2004. Penabuh bedug bukan hanya generasi tua, namun juga para remaja. 

Ringkasan Berita:
  • Tradisi tabuh bedug setelah salat Tarawih di Masjid Nurul Qolbi Ponorogo menjadi warisan yang terus dirawat lintas generasi setiap datangnya Ramadan.
  • Tradisi sudah turun menurun di Lingkungan Puton, Kelurahan Setono. Penabuh bedug bukan hanya generasi tua, namun para remaja turut serta menabuh.
  • Tradisi tabuh bedug mulai ada sejak 2004. Sementara masjid berdiri sejak tahun 1999.

 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Pramita Kusumaningrum 

TRIBUNJATIM.COM, PONOROGO - Malam Ramadan di Ponorogo tak langsung sunyi setelah salat Tarawih usai. 

Di Masjid Nurul Qolbi Ponorogo, jemaah justru tak bergegas pulang. 

Mereka berkumpul di serambi, bergantian menabuh bedug yang suaranya menggema hingga ke penjuru kampung.

Dentum demi dentum itu bukan sekadar bunyi, melainkan tradisi yang tak lekang oleh waktu.

Tradisi ini menjadi warisan kebersamaan yang terus hidup, dirawat lintas generasi setiap datangnya Ramadan.

Baca juga: Profil 9 Kandidat Eselon II Pemkab di Seleksi Sekda Ponorogo, Ada yang Lulusan Universitas Jepang

Baca juga: Cara Gampang War Penukaran Uang Baru untuk Lebaran, Warga Ponorogo Tak Kapok

Tradisi Tabuh Bedug Setelah Tarawih

Tradisi turun menurun di Lingkungan Puton, Kelurahan Setono tersebut yang menabuh bedug bukan hanya generasi tua. 

Namun para remaja turut menabuh bedug.

Mereka tampak lihai menabuh.

Gerakan tangannya sangat cepat, namun teratur.

Pukulannya keras. Keringatnya terkuras.

Tabuhannya menghasilkan irama syahdu untuk mengiringi puji-pujian kepada Rasul. 

"Ini tradisi setelah tarawih, jemaah salawatan, kemudian yang di luar menabuh bedug,” ungkap takmir Masjid Nurul Qolbi Kelurahan Setono, Setiyanto, Selasa (24/2/2026) malam.

Baca juga: Inovasi Takjil di Ponorogo: Cothot Isi Kurma Laris Manis, Singkong Kukus Naik Kelas Selama Ramadan

Tradisi Tabuh Bedug Muncul Sejak 2004

Dia menerangkan, kegiatan menabuh bedug untuk mengiringi salawat sudah menjadi tradisi di Kelurahan Setono usai salat berjamaah.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved