Tradisi dan Budaya di Jatim
Tradisi Distrikan Ranu Grati, Ritual Larung Sesaji ke Tengah Danau di Pasuruan Agar Rezeki Berlimpah
Terus beradaptasi tanpa kehilangan maknanya. Kini, tradisi Distrikan di Danau Ranu Grati jadi perpaduan budaya, spiritualitas, dan daya tarik wisata.
Penulis: Septadera Candra Purnama | Editor: Mujib Anwar
Ringkasan Berita:
- Tradisi Distrikan di Danau Ranu Grati Pasuruan telah ada sekitar 1928, berakar dari kepercayaan terhadap sosok Baru Klinting, serta legenda lokal dan jejak prasejarah di kawasan Ranuklindungan.
- Ritual utama tradisi ini berupa kirab budaya dan pelarungan sesaji ke tengah danau sebagai ungkapan syukur dan doa keselamatan.
- Kini Distrikan beradaptasi dengan nuansa religius dan menjadi agenda tahunan yang menarik wisatawan, sekaligus memperkuat nilai sosial, budaya, dan identitas masyarakat Pasuruan.
TRIBUNJATIM.COM – Tradisi Distrikan menjadi salah satu warisan budaya khas masyarakat Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur yang sarat nilai spiritual, sejarah, dan kearifan lokal.
Digelar di kawasan Danau Ranu Grati, ritual ini tidak hanya menjadi ungkapan syukur, tetapi juga simbol harmoni antara manusia, alam, serta nilai-nilai leluhur yang diwariskan secara turun-temurun.
Sejarah Distrikan, Berakar dari Kehidupan Masyarakat Ranu Grati
Dikutip dari berbagai sumber, Tradisi Distrikan telah berlangsung sejak lama dan menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat di sekitar Danau Ranu Grati.
Biasanya, tradisi Distrikan dilaksanakan oleh warga Desa Ranuklindungan pada setiap bulan Muharram (Suro).
Selain itu, tradisi ini juga berkaitan erat dengan perkembangan Desa Ranuklindungan yang sejak dahulu menjadi pusat aktivitas ekonomi, sosial, dan budaya warga di kawasan tersebut.
Secara historis, Distrikan diyakini telah ada sejak tahun 1928 dan berakar dari kepercayaan masyarakat terhadap penguasa danau, yakni sosok naga Baru Klinting.
Ritual ini awalnya dilakukan sebagai bentuk permohonan perlindungan agar terhindar dari kecelakaan di perairan, sekaligus sebagai timbal balik melalui larung sesaji agar tidak ada lagi korban tenggelam.
Lebih dari itu, Distrikan juga tidak terlepas dari kekayaan sejarah dan budaya Ranuklindungan.
Tradisi ini turut diwariskan melalui legenda lokal seperti kisah Endang Sukarni, Begawan Nyampo, hingga sosok naga Baru Klinting.
Cerita-cerita tersebut diwariskan secara turun-temurun dan menjadi dasar lahirnya ritual Distrikan sebagai bentuk penghormatan terhadap penjaga danau.
Selain itu, kawasan ini juga memiliki nilai arkeologis yang tinggi.
Adanya temuan seperti beliung batu dan fragmen tembikar, menunjukkan bahwa wilayah ini telah dihuni sejak masa prasejarah, sekitar 10.000 hingga 5.000 SM.
Hal tersebut turut menegaskan perannya sebagai pusat kehidupan sejak zaman dahulu.
Tradisi Distrikan
Upacara adat Distrikan
Larung Sesaji Danau Ranu Grati
Distrikan Ranu Grati Pasuruan
Sejarah Tradisi Distrikan
Sejarah Larung Sesaji Danau Ranu Grati
Danau Ranu Grati
tradisi larung sesaji
Ritual Larung Sesaji
upacara adat Larung Sesaji
Desa Ranuklindungan
Kecamatan Grati
Kabupaten Pasuruan
Legenda Baru Klinthing
Pasuruan
Jawa Timur
Tribun Jatim
TribunJatim.com
meaningful
| Tradisi Syukuran Warga Krian Sidoarjo Hadirkan Tumpeng Tempe Raksasa sebagai Ikon |
|
|---|
| Tradisi Ngarak Jolen Lumajang, Filosofi Ojo Lali dalam Ritual Berebut Berkah Hasil Bumi |
|
|---|
| Dari Sumber Hajar, Tradisi Ithuk-ithukan Jadi Simbol Syukur Warga Banyuwangi |
|
|---|
| Mengenal Tari Terbang Bandung, Kesenian Unik Pasuruan yang Padukan Drama, Tari dan Musik Religi |
|
|---|
| Mengenal Lebih Dekat Jaranan Tril Blitar, Kesenian Unik dengan Iringan Musik Non Gamelan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Tradisi-Distrikan-di-Danau-Ranu-Grati-Pasuruan.jpg)