Bulog Tulungagung Giat Serap Gabah & Jagung Selama Ramadan, Kejar Target dari Pemerintah

Peningkatan target serapan 2026 dari pemerintah menjadi tantangan bagi Bulog untuk mewujudkan program ketahanan pangan.

Tayang:
Penulis: David Yohanes | Editor: Alga W
Istimewa
MENIMBANG - Tim Jemput Pangan Bulog Cabang Tulungagung, Jawa Timur, menimbang gabah kering panen yang akan dibeli dari petani, Jumat (27/2/2026). Bulog Cabang Tulungagung masif menyerap gabah dan jagung selama bulan Ramadan untuk mengejar target serapan 2026, sebesar 64.000 ton gabah setara beras dan 11.000 ton jagung pipil. 

TRIBUNJATIM.COM - Selama Bulan Ramadan, Perum Bulog Cabang Tulungagung tetap melakukan penyerapan gabah dan jagung.

Upaya ini dilakukan untuk memenuhi target penyerapan gabah dan jagung pemerintah pusat tahun 2026.

Yakni menyerap 64.000 ton gabah setara beras, ditambah menyerap 11.000 ton jagung pipil.

Baca juga: Ungkap 19 Kasus, Polresta Malang Kota Sita 1,3 Kg Sabu & 0,5 Kg Ganja, Berat Meningkat

Target ini meningkat 52 persen jika dibanding tahun 2025, yang ditetapkan 42.000 ton gabah setara beras.

Sedangkan secara nasional, Perum Bulog mendapat tugas menyerap 4 juta ton gabah setara beras dan 1 juta ton jagung pipil.

"Setelah berhasil swasembada selama 2025, pemerintah mencanangkan swasembada yang berkelanjutan di tahun 2026 ini," jelas Pemimpin Bulog Cabang Tulungagung, Yonas Haryadi Kurniawan, Jumat (27/2/2026).

Bagi Yonas, peningkatan target serapan 2026 ini menjadi tantangan untuk mewujudkan program ketahanan pangan.

Wilayah kerja Bulog Cabang Tulungagung meliputi Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Blitar, dan Kota Blitar.

Daerah-daerah ini sudah dikenal sebagai sentra produksi padi dan jagung.

"Kami optimis, karena wilayah kerja kami sentra beras dan jagung. Apalagi kami sudah  menjalin kerja sama dengan para pihak terkait," tegasnya.

Diakuinya, upaya penyerapan ini dibantu Pemkab Tulungagung melalui dinas terkait, TNI, Polri, para penyuluh pertanian, serta para mitra pengeringan dan penggilingan.  

Yonas juga secara berkala memantau kegiatan tim jemput pangan yang bertugas melakukan penyerapan.

Meski bulan puasa, proses penyerapan tetap masif dilakukan di berbagai daerah.

Bulog mematok harga beli dari petani Rp6.500 per kg dengan kondisi yang sudah ditentukan pemerintah.

Gabah yang dibeli Bulog wajib dipanen saat sudah cukup umur, bukan gabah muda yang masih banyak berwarna hijau.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved