Safari Pasar Murah Jangkau Banyuwangi, Khofifah: Bukan Kompetitor Pasar Tradisional
Safari pasar murah yang digelar Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa terus dilaksanakan di berbagai daerah.
Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Ndaru Wijayanto
Ringkasan Berita:
- Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menggelar safari pasar murah di Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi
- Lokasi pasar murah ditempatkan dekat permukiman warga, bukan pasar tradisional, agar lebih mudah dijangkau masyarakat
- Berbagai komoditas strategis dijual lebih murah dibanding pasar, termasuk beras, daging ayam, telur, gula, minyak, tepung, dan cabai
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Fatimatuz Zahroh
TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI – Safari pasar murah yang digelar Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa terus dilaksanakan di berbagai daerah.
Sabtu (28/2/2026), giliran Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi, menjadi lokasi kegiatan untuk menjaga stabilisasi harga, mengendalikan inflasi, dan memastikan logistik rumah tangga tetap terjangkau menjelang Lebaran Idul Fitri.
Intervensi ini diharapkan menjadi konvergensi antara stabilisasi harga, penguatan ketahanan pangan, dan pemberdayaan ekonomi lokal selama Ramadhan.
“Harapan kita bisa melakukan stabilisasi harga dan mendekatkan penjangkauan,” jelasnya.
Ia menjelaskan, lokasi Pasar Murah sengaja ditempatkan di kawasan permukiman warga dan tidak berdekatan dengan pasar tradisional agar tidak mengganggu aktivitas pedagang.
“Saya selalu berpesan jangan berdekatan dengan pasar tradisional, karena pasar murah ini bukan kompetitor pasar tradisional,” tegas Gubernur Khofifah.
“Pastikan ini lebih dekat dengan komunitas permukiman masyarakat supaya keterjangkauannya lebih maksimal,” imbuhnya.
Menurutnya, momentum Ramadhan hingga mendekati Idul Fitri identik dengan peningkatan kebutuhan logistik rumah tangga. Karena itu, intervensi pasar menjadi langkah penting agar masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhannya dengan harga terjangkau.
“Apalagi pada bulan Ramadan mendekati Idul Fitri seperti sekarang, kebutuhan logistik di masing-masing keluarga punya kecenderungan meningkat. Maka kita berharap pasar murah ini bisa mendekatkan penjangkauan harga untuk memenuhi kebutuhan logistik rumah tangga,” tegasnya.
Berbagai komoditas strategis dijual dengan harga di bawah pasar. Beras premium dipasarkan Rp14.000/kg dan beras medium Rp11.000/kg. Khofifah mencontohkan selisih harga sejumlah komoditas dibandingkan harga pasar.
“Kalau di pasar harga daging ayam bisa Rp42.000, di sini Rp30.000. Telur di pasar Rp30 sampai Rp31 ribu, di sini Rp22.000. Gula di sini dijual Rp14.000, Minyakita Rp13.000, beras SPHP Rp11.000 per kilo atau Rp55.000 per 5 kilo,” jelasnya.
Selain itu, tepung terigu dijual Rp10.000/kg, bawang putih Rp6.000/250 gram, bawang merah Rp7.000/250 gram, cabai rawit merah Rp4.000/100 gram, serta cabai merah besar Rp2.000/100 gram. Harga tersebut disambut antusias oleh masyarakat yang hadir sejak pagi.
Telur ayam ras dijual Rp22.000/pack dan daging ayam ras Rp30.000/pack. Kehadiran komoditas protein hewani ini diharapkan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan gizi keluarga selama Ramadhan.
| Modus Pelaku Penipuan SK ASN, Berbekal Laptop dan Dua Handphone, Kantongi Rp1,5 Miliar |
|
|---|
| Dalih 13 Tersangka Daycare Little Aresha Ikat Anak di Ruang Sempit, Tak Mau Repot |
|
|---|
| Sudah Percaya karena Ada Surat Perjanjian, Guru Titip 2 Mobil Malah Digadaikan Bos Rental |
|
|---|
| Dua Pemancing Terseret Arus di Selat Madura, 1 Selamat di Bawah Jembatan Suramadu, 1 Hilang |
|
|---|
| Iran Masih Punya Kartu yang Belum Dimainkan untuk Hadapi AS, Tolak Klaim Donald Trump |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Gubernur-Jatim-Khofifah-menggelar-Pasar-Murah-Sabtu-2822026.jpg)