Konflik AS–Iran Ancam Ekonomi Jatim, Kadin: Harga Kedelai dan Energi Bisa Melonjak
Kadin Jatim mengingatkan bahwa dampak konflik geopolitik global tersebut dapat menjalar melalui kenaikan harga energi, volatilitas nilai tukar
Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Samsul Arifin
Ringkasan Berita:
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sri Handi Lestarie
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang meluas ke kawasan Timur Tengah dinilai berpotensi memberi tekanan serius terhadap perekonomian Jawa Timur (Jatim).
Kenaikan harga energi, volatilitas nilai tukar, hingga lonjakan biaya logistik internasional menjadi risiko nyata yang perlu diantisipasi.
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim mengingatkan bahwa dampak konflik geopolitik global tersebut dapat menjalar melalui kenaikan harga energi, volatilitas nilai tukar, hingga melonjaknya biaya logistik internasional.
Ketua Umum Kadin Jatim Adik Dwi Putranto, menegaskan bahwa sebagai salah satu motor ekonomi nasional, Jatim perlu merespons dinamika global ini secara cepat dan terukur agar tidak mengganggu stabilitas ekonomi daerah.
Baca juga: Timur Tengah Memanas: Kedubes AS di Riyadh Diserang Drone, Iran Ancam Tutup Selat Hormuz
Ancaman dari Selat Hormuz dan Harga Minyak Dunia
“Dampak utama konflik Timur Tengah terhadap Jatim setidaknya datang dari dua arah, yakni hubungan dagang langsung dengan kawasan tersebut serta efek berantai melalui kenaikan harga minyak dunia dan gangguan sistem perdagangan global,” kata Adik, Selasa (3/3/2026).
Ia menjelaskan, sekitar 20 persen pasokan minyak dunia melewati Selat Hormuz, kawasan yang sangat sensitif terhadap konflik. Ketegangan yang meningkat berpotensi mendorong kenaikan harga minyak mentah dan premi asuransi pelayaran internasional, yang pada akhirnya berdampak pada biaya transportasi dan distribusi barang, termasuk ke Indonesia.
Baca juga: Iran Tutup Selat Hormuz, Bahlil Peringatkan soal Stok Minyak RI, Bakal Bertahan sampai Lebaran?
Tekanan paling nyata, ada potensi muncul di sektor pangan berbasis impor, terutama kedelai. Indonesia hingga kini masih mengimpor sekitar 2,5–3 juta ton kedelai per tahun, dengan nilai impor dari Amerika Serikat yang mencapai lebih dari US$ 1 miliar.
"Jatim sebagai sentra industri tempe dan tahu nasional sangat bergantung pada pasokan tersebut," ujar Adik.
Kenaikan harga minyak dan ongkos pengiriman diperkirakan akan meningkatkan landed cost kedelai. Risiko semakin besar jika kondisi ini dibarengi pelemahan rupiah akibat sentimen risk-off global.
“Pelaku UMKM tempe dan tahu beroperasi dengan margin yang sangat tipis. Jika harga kedelai melonjak, opsi yang tersisa bisa berupa kenaikan harga jual, penyusutan ukuran produk, atau bahkan penghentian produksi sementara,” ungkap Adik.
Selain untuk pangan, kedelai juga menjadi bahan baku penting industri pakan ternak melalui bungkil kedelai. Kenaikan harga pakan dikhawatirkan menular ke harga ayam dan telur, yang berpotensi mendorong inflasi pangan di tingkat daerah.
Biaya Energi Ancam Daya Saing Ekspor
Dari sisi perdagangan luar negeri, Wakil Ketua Umum Kadin Jatim Bidang Perdagangan Internasional dan Promosi Luar Negeri, Tommy Kaihatu, menyebutkan bahwa kinerja ekspor Jatim saat ini masih tergolong solid.
“Nilai ekspor Jatim mencapai sekitar USD 30 miliar dengan surplus perdagangan lebih dari USD 800 juta, dan sekitar 10 persen di antaranya ditujukan langsung ke kawasan Timur Tengah,” ujar Tommy.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa struktur ekspor Jatim yang didominasi produk manufaktur, agroindustri, dan industri pengolahan sangat sensitif terhadap kenaikan biaya energi dan logistik.
“Eskalasi konflik berpotensi menaikkan biaya produksi industri padat energi, tarif pengiriman kontainer, serta asuransi ekspor. Jika kontrak ekspor bersifat fixed price, margin eksportir bisa tergerus. Di sisi lain, ketidakpastian global juga dapat menekan permintaan di pasar tujuan ekspor,” jelasnya.
Kadin Jatim
kedelai
Perang Iran vs Israel Amerika
perang AS-Israel vs Iran
perekonomian Jawa Timur
berita jatim hari ini
TribunJatim.com
Tribun Jatim
jatim.tribunnews.com
| Ramalan Cuaca Jatim Minggu 10 Mei 2026, Tiga Daerah Mengalami Hujan di Siang Hari |
|
|---|
| Pemain yang Dulu Dibuang AC Milan, Kini Gemilang Raih Juara di Klub Baru |
|
|---|
| Rem Blong di Jalur Bromo, Hiace Rombongan Wisatawan Asing Picu Tabrakan Beruntun 4 Kendaraan: 9 Luka |
|
|---|
| Gaji Habis Dipakai Judi Online, Pria ini Malah Nekat Bikin Laporan Palsu ke Polisi |
|
|---|
| Bantahan Tersangka Penculik Balita di Tulungagung, Kuasa Hukum Ajukan RJ: Tak Ada Niat Jahat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Ketua-Umum-Kadin-Jatim-Adik-Dwi-Putranto-soal-konflik-timur-tengah.jpg)