Pasutri Lansia di Ponorogo Jadi Korban Modus Terapi Kesehatan, Uang Rp10 Juta dan Emas 33 Gram Raib

Pasangan Suami Istri (Pasutri) asal Desa Kalimalang, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo, Jatim menjadi korban pencurian dengan modus pengobatan

Penulis: Pramita Kusumaningrum | Editor: Sudarma Adi
TribunJatim.com/Pramita Kusumaningrum
KURAS - Dian Rianto anak dari Bonari (68) dan Supiatun (60) yang menunjukkan lemari dimana uang Rp 10 juta dan emas perhiasan sebesar 33 gram lenyap yang disimpan di lemari rumah di Desa Kalimalang, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo, Jatim, Senin (9/3/2026). Pasangan Suami Istri (Pasutri) asal Desa Kalimalang, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo, Jatim menjadi korban pencurian dengan modus pengobatan terapi yang dilakukan komplotan tak dikenal. 

Ringkasan Berita:
  • Lokasi: Desa Kalimalang, Kecamatan Sukorejo, Ponorogo.
  • Korban: Pasutri lansia (Bonari dan Supiatun).
  • Kerugian: Uang tunai Rp10 juta dan emas 33 gram (Total puluhan juta rupiah).

Laporan Wartawan Tribunjatim.com, Pramita Kusumaningrum 

TRIBUNJATIM.COM, PONOROGO - Pasangan Suami Istri (Pasutri) asal Desa Kalimalang, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo, Jatim menjadi korban pencurian dengan modus pengobatan terapi yang dilakukan komplotan tak dikenal.

Pasutri tersebut adalah Bonari (68) dan Supiatun (60). Pasutri lansia ini kehilangan uang tunai Rp10 juta dan perhiasan emas sekitar 33 gram dari dalam lemari.

“Iya bapak ibu kehilangan uang tunai dan perhiasan emas setelah didatangi empat orang dengan modus terapi,” ungkap anak korban, Dian Rianto, Senin (9/3/2026).

Baca juga: Swasembada Jagung Tercapai, Polres Ponorogo Dapat Penghargaan dari Bulog Jatim

Kronologi: Beraksi Saat Waktu Salat Zuhur

Dia menjelaskan yang terdiri dari empat orang ini terekam kamera rekaman CCTV (Closed-Circuit Television) yang berada di sekitar lokasi.

“Pada waktu kamis siang kurang lebih jam 12 mendekati adzan lha itu kan kejadian gini, ada 4 orang pelaku dari CCTV itu pakai mobil langsung menuju ke rumah ibu saya,” katanya.

Dian merasa aneh, komplotan langsung menuju rumah orang tuanya. Saat itu, Supiatun (ibu dari Dian) dalam keadaan habis dari sawah.

“Istirahat mau salat dzuhur, mau tidur ada orang mau ketok-ketok pintu terus dibukakan pintu, menawarkan jasa pengobatan terapi terus ibu saya ya juga namanya orang desa, ya diladeni, manut saja. Masuk ke rumah,” urainya.

Awalnya hanya tiga orang. Kemudian menyusul satu orang lainnya. Mereka mengaku bisa melakukan terapi kesehatan bagi orang tua.

“Di tengah-tengah, salah satu pelaku minta ijin ke kamar mandi. Minta ibu saya mengantarkan. Kemudian ibu saya kembali ruang tamu,” terangnya.

Dari situ, kata dia, kedua orang tuanya dilakukan terapi kesehatan. Keduanya dibaringkan oleh komplotan tersebut.

“Saat diterapi, yang satu lagi yang laki-laki minta ijin ke belakang, ke sumur. Itu sendirian waktu itu dengar suara adzan yang dari WC keluar,” paparnya.

Menurutnya, setelah selesai terapi semua pamit. Sesaat setelah terapi kedua orang tuanya belum sadar jika uang Rp 10 juta dan perhiasan miliknya dikuras.

“Lha ketahuannya ibu waktu hari sabtu malam minggu setelah teraweh, mau buka perhiasan dan uangnya kan mau lebaran, ngecek mau beli belanja,” ucapnya.

Alangkah kagetnya, saat membuka lemari, ternyata tidak ada. Uang 10 juta, perhiasan 33 gram kurang lebih lenyap,

Baca juga: Jatim Terpopuler: Bocil Ponorogo Sering Terima Paket COD - Yatemi Nenek Penjual Buah Ditipu Pembeli

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved