Berita Surabaya
Duduk Perkara Kakek 4 Cucu di Surabaya Ditusuk Teman hingga Tewas, Warga Sampai Menjerit
Para pelaku pengeroyokan yang berujung penikaman hingga tewas terhadap seorang kakek empat cucu di tengah gang permukiman
Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Januar
Ringkasan Berita:
- Seorang kakek di Simolawang, Simokerto, Surabaya tewas ditusuk dalam aksi pengeroyokan yang diduga dilakukan oleh sekitar empat orang, termasuk teman tongkrongannya sendiri yang dikenal dengan panggilan “Man”.
- Kejadian bermula dari cekcok yang diduga sudah terjadi sebelumnya di Rusun Sombo, lalu berlanjut hingga ke lokasi kejadian di gang permukiman dan berujung penusukan fatal.
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Para pelaku pengeroyokan yang berujung penikaman hingga tewas terhadap seorang kakek empat cucu di tengah gang permukiman padat Jalan Pragoto II, Simolawang, Simokerto, Surabaya, pada Kamis (23/4/2026) pagi merupakan teman tongkrongan korban.
Adik sepupu korban Iwan (34) mengatakan, salah satu pelaku yang diduga menjadi eksekutor penusukan korban biasa disapa dengan panggilan; Man.
Sosok Man merupakan teman tongkrongan korban. Bahkan tak jarang juga, sosok tersebut pernah berkunjung ke rumah keluarga besar korban.
"Orang di sini banyak kenal, ya sama si man itu. Karena si man sering ke sini juga mainnya. Ya cuma teman tongkrongan aja," ujarnya saat ditemui Tribunjatim.com di lokasi.
Baca juga: 3 Pelaku Penusukan Karyawan Koperasi di Gresik Diamankan, Semuanya Warga Sumatera Utara
Mengenai jumlah pelaku pengeroyokan dan penusukan korban, Iwan menduga berjumlah empat orang.
Dua orang diantaranya menunggu di seberang jalan depan gang permukiman utama yang terdapat rumah keluarga dan kosan korban.
Sedangkan, dua orang pelaku lainnya merangsek masuk ke dalam permukiman lalu terlibat cekcok dan berujung penusukan.
"Kalau dengar informasinya, 4 orang aslinya (pelaku). Cuma yang saya tahu di sini, pas sebelum kejadian penusukan itu, saya melihat tersangka dan adiknya. Adiknya tersangka dari Gang I, dia berbincang sama kakaknya di sini (Gang II)," katanya.
Aris mengaku sempat menjumpai para tersangka seusai menghabisi korban. Karena, pada pagi hari tadi, sekitar pukul 06.00 WIB, dirinya sempat berpapasan langsung dengan kedua pelaku yang berjalan melewati depan rumah mertuanya.
Saat itu, dirinya sedang memandikan burung peliharaannya di teras depan rumah. Kemudian, ia melihat kedua sosok pelaku berjalan cepat menuju ke pintu gerbang gang.
Namun, pada momen sepersekian detik itu, ia belum mengetahui jikalau kedua pelaku baru saja terlibat cekcok dan berujung menghabisi nyawa korban.
Hingga pada suatu momen, istrinya berteriak-teriak karena memperoleh kabar dari para tetangga bahwa korban; sang kakak ipar terkapar dengan luka tusuk pada tubuh bagian atas.
Iwan langsung berlarian menuju ke tempat korban terkapar, dan bertanya kepada para tetangga di sekitar lokasi tentang peristiwa yang dialami korban.
| Bukan Cagar Budaya, Fasad Toko Nam di Embong Malang Surabaya Dibongkar Pemkot: Ini Sisa Bangunan |
|
|---|
| Kado HJKS ke-733, Pemkot Surabaya Hapus Denda PBB-P2 hingga 30 Tahun |
|
|---|
| Tempat Hiburan Malam di Kedung Baruk Surabaya Digerebek Massa: Pelanggaran, Bisa Langsung Ditutup |
|
|---|
| Pegawai Hotel di Surabaya Curiga Tamu Lansia Tak Kunjung Check Out, Ternyata Sudah Meninggal Dunia |
|
|---|
| Sebaris Pesan untuk Syaifuddin Zuhri sebagai Ketua DPRD Surabaya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/KORBAN-PENUSUKAN-Saat-Iwan-adik-sepupu-korban-MJ-menunjukkan-lokasi-korban.jpg)