Sejarah di Jatim
Mengulas Sejarah Candi Kidal Malang, Tempat Pendharmaan Raja Anusapati dan Kisah Relief Garudeya
Candi Kidal di Tumpang, Malang, merupakan peninggalan Kerajaan Singasari yang menyimpan sejarah Raja Anusapati dan relief Garudeya yang sarat makna.
Penulis: Septadera Candra Purnama | Editor: Mujib Anwar
Dikutip dari disporapar.malangkota.go.id, pembangunan Candi Kidal diperkirakan dimulai setelah kematian Anusapati sebagai bentuk penghormatan terhadap raja tersebut.
Pembangunan candi ini juga berkaitan dengan pelaksanaan upacara sraddha, yaitu ritual penghormatan terhadap raja yang dilakukan 12 tahun setelah kematiannya.
Upacara tersebut diperkirakan dilaksanakan sekitar tahun 1248 Masehi, sedangkan pembangunan candi diperkirakan selesai sekitar tahun 1260 Masehi.
Menurut kitab Pararaton, Candi Kidal didirikan sebagai tempat pendharmaan Raja Anusapati, yaitu tempat pemujaan bagi raja yang telah meninggal.
Sementara dalam kitab Nagarakretagama, disebutkan bahwa Raja Anusapati didharmakan atau dimuliakan di Candi Kidal sebagai perwujudan Dewa Siwa.
Sebagaimana dilansir dari kompas.com, tujuan pembangunan candi ini adalah untuk memuliakan Anusapati agar mencapai kedudukan suci sebagai Siwa Mahadewa.
Di dalam bilik utama candi dahulu terdapat arca Siwa yang diyakini sebagai perwujudan Anusapati.
Namun, arca tersebut kini disimpan di Royal Tropical Institute di Amsterdam.
Selain itu, terdapat beberapa arca lain seperti Nandicwara dan Mahakala juga pernah ditemukan di sekitar candi.
Baca juga: Sejarah Candi Jago di Malang, Peninggalan Kerajaan Singhasari yang Sarat Relief Hindu-Buddha
Lokasi Candi Kidal
Candi Kidal berada di Desa Rejokidal, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, sekitar 20 kilometer di sebelah timur Kota Malang.
Diketahui, lokasi candi berada di lereng barat Pegunungan Tengger dengan ketinggian sekitar 517 meter di atas permukaan laut.
Lingkungan sekitar candi masih bernuansa pedesaan dengan tanah subur yang merupakan endapan lahar gunung berapi.
Di sebelah timur kawasan candi juga mengalir Sungai Brantas yang dimanfaatkan masyarakat untuk kebutuhan pertanian.
Selain itu, di sekitar candi juga masih dipenuhi berbagai tanaman keras seperti pohon duku, sawo, dan bambu.
Candi Kidal
Sejarah Candi Kidal
Raja Anusapati
Kerajaan Singasari
Relief Garudeya
Ken Dedes
Kecamatan Tumpang
Kabupaten Malang
Malang
Jawa Timur
Tribun Jatim
TribunJatim.com
| Klenteng Boen Bio, Pusat Ibadah Khonghucu Bersejarah di Kawasan Pecinan Surabaya |
|
|---|
| Sejarah Monumen Soerjo di Ngawi, Mengenang Tragedi Gugurnya Gubernur Pertama Jawa Timur |
|
|---|
| Menguak Situs Calon Arang, Peninggalan Kerajaan Kahuripan di Kediri dan Legenda Janda Sakti |
|
|---|
| Menyusuri Museum Kambang Putih, Jejak Sejarah Tuban dari Pelabuhan Kuno hingga Edukasi Modern |
|
|---|
| Mengulik Sejarah Candi Rimbi Jombang, Situs Majapahit dengan Relief Unik 51 Panel |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Candi-Kidal-Malang.jpg)