Sejarah di Jatim

Mengulas Sejarah Candi Kidal Malang, Tempat Pendharmaan Raja Anusapati dan Kisah Relief Garudeya

Candi Kidal di Tumpang, Malang, merupakan peninggalan Kerajaan Singasari yang menyimpan sejarah Raja Anusapati dan relief Garudeya yang sarat makna.

Dok. jawatimuran.disperpusip.jatimprov.go.id
CANDI KIDAL PENINGGALAN SINGASARI - Pintu masuk Candi Kidal, candi peninggalan Kerajaan Singasari yang bercorak Hindu, berlokasi di Desa Rejokidal, Tumpang, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Dibangun sekitar tahun 1248 M, candi ini berfungsi sebagai tempat pendarmaan (penghormatan) bagi Raja Anusapati, raja kedua Singasari yang memerintah 1227-1248 M. 

Suasana yang asri dengan pepohonan rindang tersebut membuat kawasan candi terasa sejuk dan alami bagi pengunjung.

Arsitektur Candi Bergaya Jawa Timur

Candi Kidal memiliki arsitektur khas Jawa Timur yang tampak ramping dan menjulang ke atas.

Bangunan candi ini berdenah bujur sangkar dengan ukuran sekitar 8,36 x 8,36 meter dan terdiri dari tiga bagian utama, yaitu kaki, tubuh, dan atap.

Candi ini terbuat dari batu andesit, sementara bagian fondasi dan kaki candinya menggunakan meterial bata.

Bagian kaki candi tampak cukup tinggi, sedangkan tubuh candinya berada sedikit ke belakang sehingga memberi kesan bangunan yang langsing.

Pada bagian atap, candi memiliki beberapa tingkat yang semakin mengecil ke atas, menyerupai bentuk piramida dengan puncak berbentuk kubus.

Dilansir dari kelsumbersari.malangkota.go.id, di setiap sudut kaki candi terdapat hiasan arca singa yang digambarkan seolah-olah menyangga bangunan candi.

Selain itu, pada pintu masuk candi terdapat hiasan atau pahatan kepala kala dengan mata melotot dan taring besar yang melengkung.

Ornamen ini merupakan ciri khas candi bergaya Jawa Timur dan berfungsi sebagai penjaga bangunan suci.

Baca juga: Asal Usul Candi Bajang Ratu, Gapura Megah Peninggalan Kerajaan Majapahit

Relief Garudeya yang Sarat Makna

Relief Garudeya pada Candi Kidal Malang
Candi Kidal memiliki keunikan berupa relief Garuderya yang terpahat pada bagian kaki candi. Relief ini menggambarkan kisah Garudeya, cerita mitologi Hindu yang berkisah tentang perjuangan Garuda membebaskan ibunya dari perbudakan. (jawatimuran.disperpusip.jatimprov.go.id)

Salah satu keunikan Candi Kidal terletak pada relief Garuderya yang terpahat pada bagian kaki candi.

Konon, relief tersebut menggambarkan kisah Garudeya, cerita mitologi Hindu yang berkisah tentang perjuangan Garuda membebaskan ibunya dari perbudakan.

Cerita Garudeya sendiri merupakan bagian dari kisah dalam Mahabharata, yang sangat populer dalam kesusastraan Jawa kuno.

Diketahui, relief Garudeya di Candi Kidal terdiri dari tiga panel utama yang dapat dibaca dengan berjalan mengelilingi candi.

  1. Relief pertama menggambarkan Garuda bersama tiga ekor ular naga, yang menandakan ibunya masih berada dalam perbudakan.
  2. Relief kedua menunjukkan Garuda membawa kendi berisi air suci amerta, yang diperolehnya setelah mengalahkan para dewa di kahyangan.
  3. Relief ketiga menggambarkan Garuda menggendong ibunya setelah terbebas dari perbudakan.
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved