Sejarah di Jatim
Mengulas Sejarah Candi Kidal Malang, Tempat Pendharmaan Raja Anusapati dan Kisah Relief Garudeya
Candi Kidal di Tumpang, Malang, merupakan peninggalan Kerajaan Singasari yang menyimpan sejarah Raja Anusapati dan relief Garudeya yang sarat makna.
Penulis: Septadera Candra Purnama | Editor: Mujib Anwar
Menariknya, relief ini biasanya dibaca dengan cara berjalan berlawanan arah jarum jam, dimulai dari sisi selatan candi.
Cerita tersebut mengandung pesan moral tentang bakti kepada orang tua, perjuangan, dan pembebasan dari penderitaan.
Banyak sejarawan meyakini bahwa relief ini dibuat sebagai simbol kecintaan Raja Anusapati kepada ibunya, Ken Dedes, yang sepanjang hidupnya mengalami banyak penderitaan.
Ken Dedes dikenal sebagai sosok perempuan yang kehidupannya penuh konflik politik pada masa Kerajaan Singasari.
Ia pertama kali menjadi istri Tunggul Ametung, kemudian dipersunting oleh Ken Arok setelah suaminya dibunuh.
Karena itu, relief Garudeya dianggap sebagai simbol bakti Anusapati kepada ibunya yang ingin dibebaskan dari penderitaan hidup.
Riwayat Penemuan dan Pemugaran
Candi Kidal pertama kali dicatat oleh Thomas Stamford Raffles pada tahun 1817 ketika ia menulis tentang peninggalan sejarah di Jawa.
Saat itu, kondisi candi masih tertutup hutan dan belum sepenuhnya terlihat jelas.
Seiring waktu, berbagai penelitian dilakukan oleh para ahli arkeologi untuk mengungkap sejarah dan struktur bangunan candi ini, termasuk oleh F.D.K. Bosch.
Ia menyimpulkan bahwa Candi Kidal merupakan tempat pendharmaan Raja Anusapati.
Kemudian, pemugaran besar terhadap Candi Kidal dilakukan pada 1987 hingga 1990 guna mengembalikan bentuk aslinya serta menjaga kelestarian bangunan.
Baca juga: Mengulik Sejarah Candi Badut, Candi Tertua di Jawa Timur yang Menyimpan Jejak Kerajaan Kanjuruhan
Warisan Budaya yang Perlu Dilestarikan
Saat ini, Candi Kidal masih berdiri kokoh sebagai salah satu warisan sejarah penting di Jawa Timur.
Keberadaannya menjadi bukti kejayaan Kerajaan Singasari sekaligus sumber pengetahuan tentang budaya dan kepercayaan masyarakat pada masa lampau.
Karena itu, pelestarian Candi Kidal sangat penting dilakukan karena situs ini memiliki nilai sejarah, pendidikan, serta budaya yang tinggi bagi generasi masa kini dan mendatang.
Selain menjadi tempat penelitian sejarah, candi ini juga menjadi destinasi wisata edukasi yang menarik bagi masyarakat yang ingin mengenal lebih jauh perjalanan peradaban Nusantara.
Candi Kidal
Sejarah Candi Kidal
Raja Anusapati
Kerajaan Singasari
Relief Garudeya
Ken Dedes
Kecamatan Tumpang
Kabupaten Malang
Malang
Jawa Timur
Tribun Jatim
TribunJatim.com
| Klenteng Boen Bio, Pusat Ibadah Khonghucu Bersejarah di Kawasan Pecinan Surabaya |
|
|---|
| Sejarah Monumen Soerjo di Ngawi, Mengenang Tragedi Gugurnya Gubernur Pertama Jawa Timur |
|
|---|
| Menguak Situs Calon Arang, Peninggalan Kerajaan Kahuripan di Kediri dan Legenda Janda Sakti |
|
|---|
| Menyusuri Museum Kambang Putih, Jejak Sejarah Tuban dari Pelabuhan Kuno hingga Edukasi Modern |
|
|---|
| Mengulik Sejarah Candi Rimbi Jombang, Situs Majapahit dengan Relief Unik 51 Panel |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Candi-Kidal-Malang.jpg)