Sejarah di Jatim

Mengulas Sejarah Candi Kidal Malang, Tempat Pendharmaan Raja Anusapati dan Kisah Relief Garudeya

Candi Kidal di Tumpang, Malang, merupakan peninggalan Kerajaan Singasari yang menyimpan sejarah Raja Anusapati dan relief Garudeya yang sarat makna.

Dok. jawatimuran.disperpusip.jatimprov.go.id
CANDI KIDAL PENINGGALAN SINGASARI - Pintu masuk Candi Kidal, candi peninggalan Kerajaan Singasari yang bercorak Hindu, berlokasi di Desa Rejokidal, Tumpang, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Dibangun sekitar tahun 1248 M, candi ini berfungsi sebagai tempat pendarmaan (penghormatan) bagi Raja Anusapati, raja kedua Singasari yang memerintah 1227-1248 M. 

Menariknya, relief ini biasanya dibaca dengan cara berjalan berlawanan arah jarum jam, dimulai dari sisi selatan candi.

Cerita tersebut mengandung pesan moral tentang bakti kepada orang tua, perjuangan, dan pembebasan dari penderitaan.

Banyak sejarawan meyakini bahwa relief ini dibuat sebagai simbol kecintaan Raja Anusapati kepada ibunya, Ken Dedes, yang sepanjang hidupnya mengalami banyak penderitaan.

Ken Dedes dikenal sebagai sosok perempuan yang kehidupannya penuh konflik politik pada masa Kerajaan Singasari.

Ia pertama kali menjadi istri Tunggul Ametung, kemudian dipersunting oleh Ken Arok setelah suaminya dibunuh.

Karena itu, relief Garudeya dianggap sebagai simbol bakti Anusapati kepada ibunya yang ingin dibebaskan dari penderitaan hidup.

Riwayat Penemuan dan Pemugaran

Candi Kidal pertama kali dicatat oleh Thomas Stamford Raffles pada tahun 1817 ketika ia menulis tentang peninggalan sejarah di Jawa.

Saat itu, kondisi candi masih tertutup hutan dan belum sepenuhnya terlihat jelas.

Seiring waktu, berbagai penelitian dilakukan oleh para ahli arkeologi untuk mengungkap sejarah dan struktur bangunan candi ini, termasuk oleh F.D.K. Bosch.

Ia menyimpulkan bahwa Candi Kidal merupakan tempat pendharmaan Raja Anusapati.

Kemudian, pemugaran besar terhadap Candi Kidal dilakukan pada 1987 hingga 1990 guna mengembalikan bentuk aslinya serta menjaga kelestarian bangunan.

Baca juga: Mengulik Sejarah Candi Badut, Candi Tertua di Jawa Timur yang Menyimpan Jejak Kerajaan Kanjuruhan

Warisan Budaya yang Perlu Dilestarikan

Saat ini, Candi Kidal masih berdiri kokoh sebagai salah satu warisan sejarah penting di Jawa Timur.

Keberadaannya menjadi bukti kejayaan Kerajaan Singasari sekaligus sumber pengetahuan tentang budaya dan kepercayaan masyarakat pada masa lampau.

Karena itu, pelestarian Candi Kidal sangat penting dilakukan karena situs ini memiliki nilai sejarah, pendidikan, serta budaya yang tinggi bagi generasi masa kini dan mendatang.

Selain menjadi tempat penelitian sejarah, candi ini juga menjadi destinasi wisata edukasi yang menarik bagi masyarakat yang ingin mengenal lebih jauh perjalanan peradaban Nusantara.

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved