Lebaran 2026
Apa Itu Salam Tempel? Ini Sejarah dan Makna Tradisi Bagi Uang saat Lebaran
Tidak hanya sekadar bagi-bagi uang, tradisi salam tempel saat Lebaran memiliki sejarah sejak abad pertengahan dan sarat nilai berbagi.
Penulis: Septadera Candra Purnama | Editor: Mujib Anwar
Ringkasan Berita:
- Salam tempel adalah tradisi pemberian uang atau THR dari orang dewasa kepada anak-anak atau kerabat yang lebih muda saat bersalaman pada momen Lebaran.
- Tradisi ini memiliki sejarah panjang sejak Dinasti Fatimiyah pada abad pertengahan, lalu berkembang pada masa Turki Utsmani dan mulai populer di Indonesia sekitar awal 1950-an.
- Salam tempel tidak hanya berbagi uang, tetapi juga mengandung makna pendidikan, apresiasi ibadah Ramadan, serta mengajarkan nilai berbagi dan kebersamaan.
TRIBUNJATIM.COM – Hari Raya Idul Fitri di Indonesia tidak hanya identik dengan tradisi saling bermaaf-maafan dan berkumpul bersama keluarga.
Ada pula kebiasaan yang selalu dinantikan, terutama oleh anak-anak, yaitu tradisi salam tempel.
Salam tempel merupakan tradisi memberikan uang kepada anak-anak atau kerabat yang lebih muda saat bersalaman ketika berkunjung di momen Lebaran.
Uang tersebut umumnya dimasukkan ke dalam amplop atau langsung diselipkan saat berjabat tangan.
Tradisi ini menjadi bagian dari suka cita perayaan Idul Fitri yang masih terus dilakukan oleh masyarakat Indonesia hingga kini.
Lalu, bagaimana sejarah munculnya tradisi salam tempel dan apa makna yang terkandung di dalamnya? Berikut penjelasannya.
Apa Itu Salam Tempel?
Salam tempel merupakan tradisi pemberian uang atau tunjangan hari raya (THR) dari orang dewasa kepada anak-anak atau kerabat yang lebih muda saat perayaan Idul Fitri.
Mengacu pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), salam tempel adalah salam yang disertai dengan uang atau amplop berisi uang yang diselipkan ke tangan orang yang disalami.
Dalam praktiknya di masyarakat Indonesia, tradisi ini biasanya dilakukan oleh orang yang sudah bekerja atau lebih tua kepada anak-anak yang datang bersilaturahmi ke rumah saat Lebaran.
Dengan begitu, tidak heran jika sebelum Hari Raya Idul Fitri tiba, banyak orang menukarkan uang mereka dengan pecahan baru untuk dijadikan salam tempel.
Sejarah Salam Tempel
Meski sangat lekat dengan budaya Lebaran di Indonesia, tradisi salam tempel ternyata memiliki sejarah yang cukup panjang.
Dialnsir dari bobo.grid.id, kebiasaan berbagi uang saat Idul Fitri pertama kali dipopulerkan oleh Khalifah Dinasti Fatimiyah di Afrika Utara pada abad pertengahan.
Salam Tempel
Salam Tempel saat Lebaran
Tradisi Salam Tempel
Sejarah Salam Tempet saat Lebaran
Makna Salam Tempet saat Lebaran
Tradisi Bagi Uang
Tunjangan Hari Raya
Tribun Jatim
TribunJatim.com
Hari Raya Idul Fitri
| Penumpang Angkutan Lebaran di Bandara Banyuwangi Tumbuh 5 Persen, Penerbangan Naik 44 Persen |
|
|---|
| Sejarah Bulan Syawal Menjadi Waktu yang Dianjurkan untuk Menikah, Sempat Dianggap Tabu |
|
|---|
| Kemacetan di Ketapang Semakin Panjang, Mencapai 15 KM, Terbentang di Jalur Situbondo-Banyuwangi |
|
|---|
| Libur Lebaran 2026 Dongkrak Kunjungan Wisata Keluarga dan Religi di Lamongan, WBL Jadi Favorit |
|
|---|
| Arus Balik Masih Tinggi, 434 Ribu Penumpang Padati Stasiun Kediri hingga Madiun Selama Lebaran 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Sejarah-dan-Makna-Salam-Tempel-Tradisi-Bagi-Uang-saat-Lebaran.jpg)