Lebaran 2026
Polda Jatim Minta Warga Tak Lakukan Takbir Keliling dan Konvoi: Rawan Kecelakaan
Polda Jatim mulai menyebar ratusan personel Polisi untuk mengawal keamanan masyarakat atau umat muslim yang melaksanakan Malam Takbir
Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Januar
Ringkasan Berita:
- Polda Jawa Timur mengerahkan ratusan personel dalam rangka pengamanan malam takbiran sebagai bagian dari Operasi Ketupat Semeru 2026, dengan penempatan di ratusan pos pengamanan, pelayanan, dan terpadu.
- Masyarakat diimbau tidak melakukan takbir keliling dengan kendaraan karena berisiko kecelakaan dan konflik. Sementara arus mudik dari arah barat ke Jatim meningkat sekitar 10 persen, meski masih relatif lancar.
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA-Polda Jatim mulai menyebar ratusan personel Polisi untuk mengawal keamanan masyarakat atau umat muslim yang melaksanakan Malam Takbir Idulfitri 1 Syawal 1447 H atau 2026 Masehi pada Kamis (19/3/2026) malam.
Prosesi tersebut dilakukan melalui pelaksanaan apel gelar pasukan di Lapangan Mapolda Jatim, pada Kamis sore.
Para personel tersebut berasal dari berbagai satuan kerja, ada yang berpakaian dinas luar, dan ada juga yang berpakaian sipil.
Jalannya apel dipimpin langsung oleh Direktur Ditlantas Polda Jatim Kombes Pol Iwan Saktiadi.
Menurutnya, upaya ini guna menjamin keamanan, ketertiban, dan kelancaran pelaksaan proses malam takbir bagi sebagian umat Muslim yang merayakan, mulai Kamis malam.
Namun, sebenarnya hal ini, juga merupakan bagian dari pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026 selama 13 hari,nyang sudah dimulai Jumat (13/3/2026), hingga Rabu (25/3/2026) mendatang.
Bahkan, sebagian besar personel Kepolisian sudah disebar di beberapa titik meliputi 168 Pos Pengamanan (PAM), 42 Pos Pelayanan (YAN) dan 24 Pos Terpadu.
Baca juga: Parade Takbir Sampang Digelar Malam Ini, Polisi Terapkan Rekayasa Lalu Lintas
Artinya, tegas Iwan, secara teknis di lapangan seluruh subsatgas sudah memiliki tata cara bertindak masing-masing guna mengawal keamanan kegiatan masyarakat pada momen lebaran 2026.
"Seperti kita ketahui bersama bahwa ada beberapa saudara-saudara kita yang akan melaksanakan 1 Syawal-nya pada besok hari," ujarnya saat ditemui seusai apel pasukan, di lokasi.
Namun terpenting, Iwan mengimbau masyarakat tidak melakukan takbiran secara berkeliling jalan raya dengan memanfaatkan kendaraan yang telah modifikasi.
Karena, merayakan takbir dengan cara demikian, berpotensi terjadi kecelakaan yang mengakibatkan fasilitas korban jiwa.
Selain itu, melalui takbiran berkonvoi dengan kendaraan berjumlah banyak menyusuri jalan raya hingga melewati batas wilayah tempat tinggal, berpotensi mengganggu ketertiban.
Bahkan, kemungkinan terburuk, dapat menimbulkan konflik atau gesekan karena kesalahpahaman antar pengguna jalan di jalanan yang dilewati.
| Penumpang Angkutan Lebaran di Bandara Banyuwangi Tumbuh 5 Persen, Penerbangan Naik 44 Persen |
|
|---|
| Sejarah Bulan Syawal Menjadi Waktu yang Dianjurkan untuk Menikah, Sempat Dianggap Tabu |
|
|---|
| Kemacetan di Ketapang Semakin Panjang, Mencapai 15 KM, Terbentang di Jalur Situbondo-Banyuwangi |
|
|---|
| Libur Lebaran 2026 Dongkrak Kunjungan Wisata Keluarga dan Religi di Lamongan, WBL Jadi Favorit |
|
|---|
| Arus Balik Masih Tinggi, 434 Ribu Penumpang Padati Stasiun Kediri hingga Madiun Selama Lebaran 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/AMANKAN-MALAM-TAKBIRAN-Saat-apel-pasukan-di-Lapangan-Mapolda.jpg)