Breaking News

Lebaran 2026

Polda Jatim Minta Warga Tak Lakukan Takbir Keliling dan Konvoi: Rawan Kecelakaan

Polda Jatim mulai menyebar ratusan personel Polisi untuk mengawal keamanan masyarakat atau umat muslim yang melaksanakan Malam Takbir

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Januar
Tribun Jatim Network/Luhur Pambudi
AMANKAN MALAM TAKBIRAN-Saat apel pasukan di Lapangan Mapolda Jatim, pada Kamis sore. Polda Jatim mulai mengenyebar ratusan personel Polisi untuk mengawal keamanan masyarakat atau umat muslim yang melaksanakan Malam Takbir Idulfitri 1 Syawal 1447 H atau 2026 Masehi pada Kamis (19/3/2026) malam. Jalannya apel dikomandoi langsung Direktur Ditlantas Polda Jatim Kombes Pol Iwan Saktiadi. 

"Jika melaksanakan takbir keliling menggunakan kendaraan terbuka rawan adanya kecelakaan. Di beberapa tempat juga bahkan memunculkan adanya gesekan di jalan sehingga terjadi tawuran seperti itu," katanya. 

Oleh karena itu, Iwan mengimbau masyarakat bisa merayakan malam takbiran secara lebih hikmat di tempat ibadah; masjid atau musala dekat rumah bersama keluarga, sanak famili dan tetangga. 

"Cukup di tempat masing-masing, mungkin di musala masing-masing, di masjid masing-masing untuk melaksanakan takbir bagi yang besok akan melaksanakan Idulfitri atau 1 Syawal," harapnya. 


Peningkatan Jumlah Kendaraan Pemudik Masuk Jatim

Mengenai pergerakan kendaraan para pemudik yang memasuki Jatim, Iwan menjelaskan, sejak per pukul 19.00 WIB, pada Rabu (18/3/2026), volume kendaraan dari arah Barat yakni Jateng, semakin meningkat. 

Terpantau oleh pemantauan Jasa Marga dan Tim Satuan PJR Ditlantas Polda Jatim di setiap gerbang tol dan rest area, persentase peningkatannya sekitar 10 persen. 

Namun, persentase peningkatannya tidak sebanyak kendaraan yang memasuki wilayah Jateng. Apalagi, jalanan tol Jateng diberlakukan mekanisme satu jalur sebagian (One Way). 

"Artinya dinamika itu bisa kita lihat bagaimana pergerakan masyarakat di jalan cukup padat walaupun tidak sampai terjadi kemacetan. Namun demikian kepadatan dan perlambatan di beberapa tempat itu terjadi," jelasnya. 

Fasilitas 16 Buffer Zone di Pelabuhan Ketapang Berfungsi Maksimal

Mengenai penutupan sementara operasional penyeberangan Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk. Iwan mengungkapkan, 16 area penyangga (Buffer Zone) yang disediakan berhasil menampung kendaraan yang antre, pada hari terakhir operasional yakni Selasa (17/3/2026).

Bahkan, ia mengklaim, seluruh kendaraan yang tertampung dalam buffer zone tersebut, berhasil diseberangkan sebelum pembatasan sementara diberlakukan. 

"Jadi seluruhnya buffer zone 16 buffer zone yang kita siapkan kemudian parkir area di bandar ataupun di pelabuhan itu seluruhnya bisa terangkut. Baik itu kendaraan maupun orangnya," ungkapnya. 

Artinya, Iwan menegaskan, kesiapan dan koordinasi Polda Jatim dengan perhubungan laut atau ASDP dan KSOP bisa berjalan dengan baik. 

Sehingga kendaraan dari arah Jatim tujuan Bali seluruhnya terangkut pada jam terakhir pembatasan penyeberangan dari Ketapang ke Gilimanuk. 

"Sampai dengan sore ini update dari Situbondo, Bondowoso, kemudian Probolinggo dan Banyuwangi menyatakan bahwa kondisi masih kondusif," jelasnya. 

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved