Jatim Siaga Dampak Global, Gubernur Khofifah Kumpulkan Kepala Daerah Bahas BBM dan Harga Pangan

Perang Timur Tengah memicu kenaikan harga BBM, pangan, dan logistik yang berdampak ke Jatim, Jatim relatif lebih aman dibanding daerah lain

Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Samsul Arifin
Tribun Jatim Network/Fatimatuz Zahroh
DAMPAK GEOPOLITIK - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengumpulkan Bupati Wali Kota se Jatim dalam halal bilal yang diisi dengan diskusi dampak perang timur tengah, di Grahadi, Rabu (25/3/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Perang Timur Tengah memicu kenaikan harga BBM, pangan, dan logistik yang berdampak ke Jatim.
  • Jatim relatif lebih aman dibanding daerah lain, tercatat surplus perdagangan internasional.
  • Pemda diminta siaga, cegah spekulan, panic buying, dan pastikan TPID bergerak cepat.

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fatimatuz Zahroh

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengumpulkan seluruh bupati dan wali kota se-Jatim dalam halal bihalal sekaligus diskusi dampak perang Timur Tengah di Grahadi, Surabaya, Rabu (25/3/2026). 

Diskusi ini turut menghadirkan sejumlah narasumber dari pemerintah pusat mulai dari Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso (secara daring), Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur Ibrahim, serta Dosen Ekonomi Pembangunan Universitas Airlangga Gigih Prihantoro. 

Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak yang berperan segebai pemandu diskusi menegaskan bahwa kegiatan ini adalah kesempatan untuk membuka mata dan memberikan gambaran terkait dampak perang antara Amerika-Israel dan Iran yang memicu ketegangan di Timur Tengah.

“Karena sebagaimana kita ketahui bahwa dampaknya nyata kepada seluruh negara di dunia. Apa yang terjadi di Timur Tengah berdampak pada perekonomian, kepada jalur logistik, UMKM mulai mengeluhkan kenaikan harga plastik,” tegas Emil.

Baca juga: Efisiensi Penggunaan BBM, Gubernur Khofifah Bakal Berlakukan WFH Setiap Rabu Bagi ASN Pemprov Jatim

Jatim Relatif Aman, Tapi Tetap Waspada

Berbagai langkah sudah dilakukan, seperti terkait BBM pemerintah pusat berusaha untuk menahan gejolak harga dan membatasi penggunaan BBM. 

Emil menyebut Jatim patut bersyukur bahwa secara keseluruhan berdasarka simulasi Bappenas mengatakan bahwa dampak di Jawa Timur relatif lebih tidak seberat simulasi di daerah lain. Tapi kondisi ini tidak boleh membuat Jatim lengah.

“Karena memang betul tahun lalu kita sudah mencatatkan pertumbuhan ekonomi di atas nasional. Dimana salah satunya ekspor kita tumbuh 16 persen lebih dan kemudian impor kita turun 2,75 persen. Ini membuat kita ini jarang-jarang nih terjadi Jawa Timur terjadi surplus perdagangan internasional, biasanya kita surplus perdagangan dalam negeri,” tegasnya.

Baca juga: ASN Jatim WFH Setiap Rabu Mulai Pekan Depan, DPRD Ingatkan Pelayanan Harus Tetap Optimal

Untuk itu lewat forum ini ditegaskan bahwa perlambatan perdagangan global pasti berpengaruh terhadap Jawa Timur. Dan pemda harus aktif mengantisipasi sesuatu yang tidak mudah dihadapi semua.

TPID Harus Gerak Cepat

“Para bupati walikota harus bersiap-siap termasuk misalnya kalau ada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Yang ingin manfaatkan gejolak BBM atau gejolak harga pangan, jika ada tindakan menimbun, dan panic buying,” tegas Emil.

Ia menyebut memang ada yang namanya lindung nilai terutama bagi Indonesia yang termasuk produsen komoditas, apakah itu batubara, sawit dan lain sebagainya. Kenaikan nilai komoditas lain ini yang berjalan berseiring dengan kenaikan harga minyak. Semua sudah dilakukan hitungan teknis dan simulasi.

“Tadi instruksi yang diteruskan memang kita harus memastikan beberapa perangkat yang sudah tersedia selama ini, seperti TPID, harus lebih gercep lagi nih untuk mendeteksi kemungkinan terjadi spekulan-spekulan yang muncul spekulan-spekulan yang coba tuh manfaatkan,” ujarnya.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved