Tradisi dan Budaya di Jatim

Unik dan Bermakna, Ini Tradisi Manten Sapi di Pasuruan Jelang Idul Adha

Tradisi Manten Sapi di Pasuruan hadirkan sapi bak pengantin jelang Idul Adha, sarat makna penghormatan, syukur, dan kebersamaan.

Tayang:
Penulis: Regha Ayunda Bella | Editor: Mujib Anwar
Kompas.com
TRADISI MANTEN SAPI - Manten Sapi Pasuruan adalah tradisi unik warga Pasuruan, Jawa Timur, menghias sapi kurban layaknya pengantin (dimandikan, dipakaikan kain putih, bunga, dan kalung) sehari sebelum Hari Raya Idul Adha. 

Sebagaimana dijelaskan dalam berbagai sumber, proses ini menjadi bagian penting yang tidak terpisahkan dari tradisi.

Usai dirias, sapi kemudian diarak keliling desa oleh masyarakat. Arak-arakan ini biasanya diiringi oleh warga yang membawa berbagai bahan pangan seperti beras, minyak goreng, hingga bumbu dapur.

Menariknya, bahan pangan tersebut nantinya juga akan dibagikan kepada masyarakat kurang mampu bersama dengan daging kurban.

Hal ini menunjukkan bahwa tradisi ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memiliki nilai sosial yang kuat.

Baca juga: Mengenal Tradisi Ambengan Khas Gresik usai Salat Idul Fitri, Wujud Syukur setelah Berpuasa Ramadan

Makna Filosofis di Balik Tradisi Manten Sapi

Sementara melansir budaya-indonesia.org, Manten Sapi memiliki makna sebagai simbol penghormatan terhadap hewan kurban yang telah menjadi bagian dari ibadah umat Islam.

Kain putih dan kain kafan yang digunakan melambangkan kesucian serta kesiapan dalam menjalankan perintah agama.

Hal ini juga menjadi pengingat bagi manusia untuk membersihkan hati sebelum berkurban.

Selain itu, dilansir dari berbagai sumber, tradisi ini juga mencerminkan rasa syukur atas rezeki yang telah diberikan.

Prosesi arak-arakan dan doa bersama menjadi bentuk ungkapan syukur masyarakat kepada Tuhan.

Tidak hanya itu, Manten Sapi juga memperkuat nilai kebersamaan dan gotong royong.

Warga saling bekerja sama dalam menyiapkan prosesi hingga berbagi hasil kurban kepada sesama.

Baca juga: Tradisi Tompokan, Cara Warga Jember Patungan Sapi demi Hidangan Daging saat Lebaran

Tradisi Lokal yang Sarat Nilai Religi dan Sosial

Manten Sapi tidak hanya menjadi hiburan tahunan, tetapi juga bagian dari syiar agama Islam. Tradisi ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk lebih semangat dalam berkurban.

Selain itu, tradisi ini juga menjadi sarana komunikasi budaya untuk menjaga warisan leluhur agar tidak hilang ditelan zaman.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved