Mengenal Tradisi Ambengan Khas Gresik usai Salat Idul Fitri, Wujud Syukur setelah Berpuasa Ramadan

Tradisi ambengan khas Gresik ini merupakan kegiatan makan nasi bersama memakai wadah talam.

Tayang:
Penulis: Willy Abraham | Editor: Alga W
Tribun Jatim Network/Willy Abraham
TRADISI AMBENGAN GRESIK - Tradisi ambengan ikan bandeng di wilayah Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik, Sabtu (21/3/2026). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Willy Abraham

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Tradisi ambengan seusai salat Idulfitri masih dilestarikan di Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Tradisi ambengan adalah bentuk ungkapan rasa syukur merayakan hari kemenangan usai menjalani ibadah puasa Ramadan 1447 H satu bulan penuh.

Baca juga: Tradisi Toron Petolekoran, Ribuan Warga Gili Ketapang Menyeberang ke Probolinggo Belanja Lebaran

Tradisi ambengan ini merupakan kegiatan makan nasi bersama menggunakan wadah talam.

Lauknya, yang paling khas adalah ikan bandeng, ukurannya lumayan besar.

Kemudian lauk lainnya seperti telur dan lain sebagainya.

Tiga sampai empat orang menyantap makan bersama dalam tradisi Ambengan ini.

Tradisi ini sudah turun temurun, di wilayah utara Gresik masih mudah dijumpai.

Kemudian di wilayah Duduksampeyan juga masih dilestarikan secara turun temurun.

Mereka berbondong-bondong membawa talam untuk makan bersama di masjid.

Suasana penuh kehangatan dan sebagai wujud rasa syukur.

"Tradisi ambengan sebagai rasa syukur, terlebih dahulu dipimpin doa bersama sebagai ungkapan syukur lalu makan bersama," ujar seorang warga, Fahmi, Sabtu (21/3/2026).

Hal yang sama diungkapkan Rosyid yang sudah turun temurun melestarikan tradisi ini.

Bandeng yang dibelinya ukuran dua kilogram, di Pasar Bandeng Gresik.

"Alhamdulilah masih terus dilestarikan sampai saat ini," kata bapak satu anak ini.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved