Tradisi dan Budaya di Jatim
Tradisi Baritan, Ritual Sakral Tolak Bala Khas Pacitan di Bulan Suro
Baritan, tradisi tolak bala khas Pacitan, hadir tiap bulan Suro dengan ritual sakral, sesaji, dan harapan terhindar dari bencana.
Penulis: Regha Ayunda Bella | Editor: Mujib Anwar
Upacara Baritan memiliki tahapan prosesi yang cukup panjang dan dilakukan secara khidmat.
Dilansir dari sumber budaya lokal, ritual biasanya diawali dengan ziarah ke makam leluhur sebagai bentuk penghormatan.
Setelah itu, masyarakat menggelar kirab yang diikuti oleh warga dengan membawa berbagai sesaji.
Puncak acara ditandai dengan penyembelihan kambing kendhit jantan, yaitu kambing berwarna hitam dengan lingkar putih di bagian perut.
Kepala kambing tersebut kemudian dikubur di tengah perempatan jalan dusun.
Sebagaimana dikutip dari kikomunal-indonesia.dgip.go.id, lokasi perempatan dipilih karena menjadi titik pertemuan masyarakat dari empat arah sekaligus simbol pusat energi desa.
Selain itu, ritual juga dilengkapi dengan penyembelihan ayam tulak sejodho serta berbagai sesaji lainnya sebagai bagian dari simbol penolak bala.
Baca juga: Serunya Tradisi Rioyo Ketupat di Pekauman Gresik, Warga Berharap Bisa Masuk Cagar Budaya WBTBI
Meriah dengan Kesenian dan Malam Janggrung
Tidak hanya ritual sakral, Baritan juga diramaikan dengan pertunjukan seni tradisional.
Dikutip dari jadesta.kemenpar.go.id, setelah prosesi utama selesai, masyarakat menggelar Malam Janggrung di pendopo desa.
Pagelaran ini menampilkan kesenian tradisional seperti tarian, gamelan, hingga pertunjukan Beksan yang menjadi simbol rasa syukur atas keselamatan yang diberikan Tuhan.
Selain itu, suasana semakin meriah dengan penyajian tumpeng dan hidangan daging kambing yang dinikmati bersama oleh warga sebagai bentuk kebersamaan.
Sebagaimana dilansir dari berbagai sumber, malam tersebut dipenuhi rasa damai dan harapan agar segala gangguan, termasuk pagebluk, dapat segera hilang dari kehidupan masyarakat.
Baca juga: Kesenian Rengganis Banyuwangi, Identitas Akulturasi Budaya dalam Balutan Teater Tradisi
Warisan Leluhur yang Terus Dilestarikan
Tradisi Baritan diyakini telah ada sejak akhir abad ke-19. Dikutip dari sumber Halopacitan, ritual ini pertama kali dilakukan oleh Ki Porso Singo Yudro pada tahun 1896 saat desa dilanda wabah penyakit.
Tradisi Baritan
ritual tolak bala
Pacitan
Kecamatan Tulakan
Kecamatan Kebonagung
Jawa Timur
Tribun Jatim
TribunJatim.com
meaningful
Bulan Suro
| Asal-usul dan Makna Tari Lahbako, Ikon Budaya Jember yang Angkat Peran Perempuan Petani Tembakau |
|
|---|
| Kesenian Rengganis Banyuwangi, Identitas Akulturasi Budaya dalam Balutan Teater Tradisi |
|
|---|
| Kethek Ogleng, Tarian Tradisional Unik Peniru Monyet yang Jadi Ikon Budaya Rakyat |
|
|---|
| Sejarah Tari Lenggang Surabaya, Tarian Penyambutan Representasi Keramahan Masyarakat Kota Pahlawan |
|
|---|
| Mengenal Jangkrik Genggong, Upacara Adat Unik Pacitan Berupa Sedekah untuk Penguasa Laut Selatan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Upacara-Adat-Baritan.jpg)