Sepi Pembeli Luar Daerah, Harga Kambing Gibas di Lumajang Terjun Bebas Jadi Rp 500 Ribu
Harga kambing jenis gibas di Kabupaten Lumajang , Jawa Timur mengalami penurunan drastis dalam beberapa waktu terakhir.
Penulis: Imam Nawawi | Editor: Ndaru Wijayanto
Ringkasan Berita:
- Harga kambing gibas di Lumajang anjlok hingga 70 persen akibat minimnya pembeli dari luar daerah.
- Harga Kambing gibas yang sebelumnya kisaran Rp1 juta hingga Rp1,5 juta per ekor, menjadi Rp500 ribu hingga Rp600 ribu
- Berbeda dengan kambing keceng dan pedaging yang justru stabil bahkan naik karena masih terserap pasar luar daerah.
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Imam Nawawi
TRIBUNJATIM.COM, LUMAJANG - Harga kambing jenis gibas di Kabupaten Lumajang , Jawa Timur mengalami penurunan drastis dalam beberapa waktu terakhir.
Minimnya pembeli dari luar daerah ditengarai menjadi penyebab utama anjloknya harga komoditas ini di Kota Pisang.
"Pembeli dari luar daerah sekarang hampir tidak ada. Jadi kami hanya mengandalkan pasar lokal sementara stok kambing banyak," ujar Affan, pedagang kambing di Desa Jarit, Kecamatan Candipuro, Lumajang, Selasa (7/4/2026).
Ia menyebut penurunan harga tergolong drastis, bahkan mencapai hingga 70 persen. Kambing gibas yang sebelumnya dijual Rp1 juta hingga Rp1,5 juta per ekor, kini turun menjadi sekitar Rp500 ribu hingga Rp600 ribu.
"Saat menjadi sekitar Rp500 ribu hingga Rp600 ribu untuk ukuran yang sudah layak sembelih," ungkap Affan.
Baca juga: Pertamina Tambah 14 Ribu Tabung Elpiji 3 Kg di Lumajang, Pangkalan Keluhkan Stok Dikurangi
Sementara itu, kondisi berbeda justru jenis kambing keceng dan pedagang. Kedua jenis domba tersebut menunjukan harga yang relatif stabil.
Mengingat, para pedangan kambing di Lumajang mampu menjual dua jenis domba tersebut di luar daerah, dengan harganya diatas Rp 2 juta untuk ukuran jumbo.
"Kalau yang besar malah naik. Dulu sekitar Rp1,7 juta sampai Rp 2 juta, sekarang bisa sampai Rp2,6 juta," imbuh Agus Setiawan, Pedagang kambing dan domba di Desa Kebonagung, Kecamatan Sukodono Kabupaten Lumajang.
Beberapa lokasi pengiriman untuk kambing kacangan dan juga pedaging. Kata Agus, meliputi Jember, Banyuwangi hingga Bali.
"Termasuk Surabaya, Probolinggo, Pasuruan, Malang juga masih aktif menyerap kambing pedaging dari Lumajang," bebernya.
Baca juga: Industri Air Minum Kemasan di Bondowoso Keluhkan Plastik Langka Usai Harga Naik: Bisa Stop Produksi
Sementara, Kepala Bidang Peternakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Lumajang Endra Novianto menilai, fenomena ini akibat over suplai kambing, sehingga mengakibatkan harganya turun.
"Banyak peternak yang beralih dari sapi ke kambing-domba pasca PMK. Hal ini menyebabkan populasi meningkat tajam, sementara penyerapan pasar tetap," tanggapnya.
| Pelaku Pungli Tumpak Sewu Lumajang yang Ditangkap Polisi Ternyata Pemakai Narkoba |
|
|---|
| Perang Iran vs Amerika-Israel Masih Berlangsung, Ribuan Jemaah Haji Asal Lumajang Tetap Berangkat |
|
|---|
| Jadi Biang Kerok LPG 3 Kilogam Langka, Tiga Pangkalan di Lumajang Ditutup |
|
|---|
| Pilunya Nasib Wanita Difabel di Lumajang, Dinodai Kakek 70 Tahun hingga Hamil, Korban Diikat |
|
|---|
| Pemilik Pangkalan di Lumajang yang Diduga Timbun 1.000 Tabung LPG Ngaku Diperintah Agen |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Kondisi-peternakan-kambil-milik-Affan-di-Desa-Jarit-Kecamatan-Candipuro-Lumajang.jpg)