Sejarah Pondok Pesantren

Sejarah Pondok Pesantren Qomaruddin Gresik, Dari Kanugrahan hingga Jadi Ponpes Tertua Pesisir Utara

Berawal dari Lamongan, Ponpes Qomaruddin tumbuh jadi pesantren tua di Gresik dengan sejarah panjang, penuh kisah spiritual dan tradisi keilmuan.

Penulis: Regha Ayunda Bella | Editor: Mujib Anwar
Qomaruddin.com
PONDOK PESANTREN QOMARUDDIN - Pondok Pesantren Qomaruddin (YPPQ) adalah salah satu pesantren tertua di wilayah Pesisir Utara Jawa Timur, yang berada di Sampurnan, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, yang didirikan oleh Kiai Qomaruddin sekitar tahun 1775 M. 

Perjalanan ini menjadi awal dari pencarian lokasi ideal untuk mendirikan pesantren yang lebih besar dan berkembang.

Baca juga: Sejarah Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan, Ponpes Tua dengan Tradisi Salaf dan Kemandirian Ekonomi

Berdirinya Pesantren di Sampurnan

Setelah meninggalkan Morobakung, Kiai Qomaruddin melanjutkan perjalanan ke wilayah Wantilan untuk mencari tempat yang sesuai mendirikan pesantren.

Dikutip dari sumber tersebut, beliau memiliki lima kriteria utama dalam memilih lokasi, yaitu dekat pusat pemerintahan, jalan raya, pasar, hutan, serta memiliki sumber air yang cukup.

Selain pertimbangan tersebut, keputusan lokasi juga diperkuat dengan hasil istikharah yang dilakukan oleh Kiai Qomaruddin

Dari proses spiritual ini, ia akhirnya menemukan tempat yang dianggap paling sesuai.

Sebagaimana dijelaskan dalam sumber, lokasi tersebut berada di kawasan Sampurnan, Bungah, Gresik. Di tempat inilah beliau mendirikan pesantren sekitar tahun 1775 M.

Nama “Sampurnan” sendiri diberikan oleh Tumenggung Tirtorejo sebagai simbol harapan bahwa tempat tersebut menjadi lokasi yang sempurna untuk perkembangan pesantren.

Baca juga: Sejarah Ponpes Tremas Pacitan, Jejak Pesantren Tua yang Melahirkan Ulama Nusantara

 Jejak Sejarah Awal

Terdapat perbedaan pendapat mengenai tahun pasti berdirinya Pondok Pesantren Qomaruddin. 

Data yang umum menyebutkan tahun 1775, namun ada sumber lain yang menunjukkan kemungkinan lebih awal.

Dilansir dari buku lama “Sedjarah Bungah dan Bergeloranja Pesantren Sampurnan”, disebutkan bahwa pembangunan Langgar Agung telah dimulai sekitar tahun 1715. 

Hal ini mengindikasikan bahwa aktivitas pesantren sudah berlangsung sejak saat itu.

Dikutip dari sumber tersebut, langgar tersebut menjadi pusat kegiatan keagamaan sekaligus cikal bakal berdirinya pesantren. Bahkan, santri sudah mulai belajar dan beraktivitas sejak tahun 1717.

Selain itu, terdapat kisah-kisah spiritual yang menyertai perjalanan Kiai Qomaruddin, seperti munculnya sumber air (jublang) sebagai bagian dari karomah beliau.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved