Sejarah Pondok Pesantren

Sejarah Pondok Pesantren Qomaruddin Gresik, Dari Kanugrahan hingga Jadi Ponpes Tertua Pesisir Utara

Berawal dari Lamongan, Ponpes Qomaruddin tumbuh jadi pesantren tua di Gresik dengan sejarah panjang, penuh kisah spiritual dan tradisi keilmuan.

Penulis: Regha Ayunda Bella | Editor: Mujib Anwar
Qomaruddin.com
PONDOK PESANTREN QOMARUDDIN - Pondok Pesantren Qomaruddin (YPPQ) adalah salah satu pesantren tertua di wilayah Pesisir Utara Jawa Timur, yang berada di Sampurnan, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, yang didirikan oleh Kiai Qomaruddin sekitar tahun 1775 M. 

Dengan adanya perbedaan data ini, sejarah berdirinya pesantren menjadi semakin menarik dan menunjukkan kekayaan narasi tradisi lisan serta manuskrip lokal.

Baca juga: Sejarah Pondok Gontor Ponorogo, Dari Pesantren Tegalsari hingga Lahirnya Pondok Modern Darussalam

Perkembangan Nama dan Identitas Pesantren

Sebagaimana dilansir dari qomaruddin.com, pesantren ini awalnya dikenal dengan nama Pesantren Sampurnan, sesuai dengan lokasi berdirinya.

Pada tahun 1960-an, nama pesantren sempat diubah menjadi Darul Fiqih oleh Kiai Hamim Shalih. 

Perubahan ini didasarkan pada fokus keilmuan pesantren yang banyak mengkaji kitab-kitab fiqih.

Dikutip dari sumber tersebut, perubahan nama ini juga menjadi harapan agar pesantren mampu mencetak ulama ahli fiqih yang berkontribusi di masyarakat.

Namun, sejak pertengahan tahun 1970-an, nama pesantren kembali diubah menjadi Pondok Pesantren Qomaruddin sebagai bentuk penghormatan kepada pendirinya.

Sebagaimana disebutkan dalam sumber, nama ini digunakan hingga sekarang secara resmi, termasuk dalam bentuk kelembagaan yayasan yang berdiri sejak tahun 1972.

Baca juga: Menelusuri Jejak Sejarah Pondok Bahrul Ulum Tambakberas, Pesantren Tertua di Jombang

Eksistensi Hingga Kini dan Aktivitas Santri

Pondok Pesantren Qomaruddin hingga kini tetap aktif sebagai lembaga pendidikan Islam dengan jumlah ratusan santri dari berbagai daerah di Indonesia.

Sebagaimana dikutip dari laporan tersebut, pesantren ini dikenal sebagai salah satu pesantren tertua di wilayah pesisir utara Jawa Timur.

Dalam kesehariannya, para santri mempelajari ilmu agama melalui kitab kuning dengan metode salaf yang masih dipertahankan hingga sekarang.

Khusus pada bulan Ramadan, kegiatan santri semakin intensif dengan adanya program ngaji kilat yang berlangsung dari setelah subuh hingga malam hari.

Dengan tradisi keilmuan yang terus dijaga, Pondok Pesantren Qomaruddin tidak hanya menjadi saksi sejarah, tetapi juga tetap berperan aktif dalam mencetak generasi ulama dan menjaga warisan Islam di Nusantara.

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved