Sejarah di Jatim
Candi Dadi Tulungagung, Jejak Peradaban Majapahit di Puncak Bukit
Terletak di puncak bukit, Candi Dadi di Tulungagung menyimpan sejarah panjang peninggalan Majapahit sekaligus menyuguhkan panorama alam yang memukau.
Penulis: Septadera Candra Purnama | Editor: Mujib Anwar
Dalam situasi tersebut, sebagian masyarakat memilih mengasingkan diri ke daerah perbukitan untuk menjalankan kehidupan keagamaan dengan lebih tenang.
Konon, lokasi di puncak bukit dipilih karena kepercayaan masyarakat kuno yang menganggap gunung sebagai tempat suci, tempat bersemayamnya para dewa dan arwah leluhur.
Keberadaan Candi Dadi sendiri telah tercatat sejak masa kolonial Belanda laporan ROD tahun 1915, sebagaimana dilansir dari budayajatim.com.
Baca juga: Sejarah Candi Kalicilik di Blitar, Peninggalan Kerajaan Majapahit dengan Relief Surya Majapahit
Struktur Unik Tanpa Tangga dan Hiasan
Candi Dadi memiliki bentuk bangunan yang cukup unik dibandingkan candi pada umumnya.
Denahnya berbentuk bujur sangkar berukuran sekitar 14 x 14 meter, dengan tinggi bangunan mencapai sekitar 4,5 hingga 6,5 meter.
Bangunan ini hanya terdiri dari bagian batur dan kaki candi, tanpa tangga, pintu, maupun hiasan relief. Bentuknya yang polos menjadi ciri khas tersendiri.
Pada bagian tengah candi terdapat struktur sumuran berbentuk kerucut dengan diameter sekitar 3,35 meter dan kedalaman sekitar 3,75 meter.
Bahan utama bangunan ini adalah batu andesit, dengan susunan pelipit yang memperkuat struktur, terutama karena letaknya berada di lereng bukit yang cukup curam.
Baca juga: Mengenal Candi Sumberawan di Malang, Stupa Kuno di Kaki Gunung Arjuna yang Sarat Sejarah
Diduga Sebagai Tempat Ritual Keagamaan
Fungsi Candi Dadi hingga kini masih menjadi perdebatan di kalangan ahli.
Menurut beberapa pendapat, candi ini merupakan stupa, sebagaimana dikemukakan oleh J.E. van Lohuizen-de Leeuw dan Van Stein Callenfels, sebagaimana dilansir dari incar.jatimprov.go.id.
Namun, pendapat berbeda disampaikan oleh arkeolog Agus Aris Munandar yang menyebut Candi Dadi sebagai Mahavedi, yakni tempat pelaksanaan upacara kurban oleh kaum Resi.
Dalam ajaran Veda, upacara tersebut dilakukan dengan membakar sesaji seperti buah, bunga, dan daging sebagai persembahan kepada para dewa.
Asap dari pembakaran diyakini akan menuju puncak gunung, tempat para dewa bersemayam.
Candi Dadi
Candi Dadi Tulungagung
Sejarah Candi Dadi
situs peninggalan Majapahit
Kerajaan Majapahit
Raja Hayam Wuruk
Perbukitan Wajak Kidul
Desa Wajak Kidul
Kecamatan Boyolangu
Kabupaten Tulungagung
Tulungagung
Jawa Timur
Tribun Jatim
TribunJatim.com
meaningful
| Klenteng Eng An Kiong Malang, Istana Keselamatan dan Keabadian yang Tetap Kokoh Terjaga Keasliannya |
|
|---|
| Jejak Perkembangan Museum Mpu Purwa, Saksi Bisu Sejarah Malang dari Masa ke Masa |
|
|---|
| Sejarah Klenteng Tjoe Hwie Kiong Kediri, Simbol Akulturasi di Tepian Sungai Brantas |
|
|---|
| Sejarah Gedung Grahadi, Bangunan Bersejarah Pusat Kegiatan Pemerintahan yang Jadi Ikon Kota Surabaya |
|
|---|
| Sejarah Museum Song Terus Pacitan, Saksi Kehidupan Prasejarah Gunung Sewu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Candi-Dadi-Tulungagung.jpg)