Sejarah di Jatim

Candi Dadi Tulungagung, Jejak Peradaban Majapahit di Puncak Bukit

Terletak di puncak bukit, Candi Dadi di Tulungagung menyimpan sejarah panjang peninggalan Majapahit sekaligus menyuguhkan panorama alam yang memukau.

Dok. budayajatim.com
SEJARAH CANDI DADI TULUNGAGUNG – Candi Dadi merupakan situs cagar budaya peninggalan Kerajaan Majapahit sekitar abad ke-14 hingga abad ke-15, yang terletak di puncak bukit di Wajak Kidul, Boyolangu, Tulungagung, Jawa Timur. Candi ini unik karena memiliki lubang sumur di tengah bangunan utamanya dan berfungsi sebagai tempat pemujaan atau pertapaan hingga saat ini. 

Para Resi yang melakukan ritual tersebut diduga tinggal di gua-gua pertapaan di sekitar kawasan perbukitan Wajak.

Selain itu, beberapa sumber juga menyebutkan bahwa candi ini kemungkinan digunakan sebagai tempat pembakaran jenazah tokoh penting pada masa lalu.

Baca juga: Candi Jabung Probolinggo, Candi Buddha Peninggalan Majapahit dengan Arsitektur Silinder Unik

Tradisi dan Aktivitas Hingga Kini

Candi Dadi di Tulungagung merupakan situs bersejarah dengan struktur unik tanpa tangga. Di bagian tengahnya terdapat sumur berbentuk kerucut dengan diameter sekitar 3,35 meter dan kedalaman sekitar 3,75 meter.
Candi Dadi di Tulungagung merupakan situs bersejarah dengan struktur unik tanpa tangga. Di bagian tengahnya terdapat sumur berbentuk kerucut dengan diameter sekitar 3,35 meter dan kedalaman sekitar 3,75 meter. (budayajatim.com)

Keberadaan Candi Dadi tidak hanya memiliki nilai sejarah, tetapi juga masih dimanfaatkan oleh masyarakat hingga saat ini.

Sebagian warga sekitar menjadikan candi sebagai tempat berdoa dan melakukan ritual, terutama pada momen tertentu seperti 1 Suro.

Bahkan, masyarakat membentuk paguyuban kepercayaan yang memanfaatkan kawasan candi sebagai sarana spiritual untuk memohon berkah.

Selain itu, candi ini juga sering dikunjungi oleh wisatawan, pelajar, hingga pecinta alam.

Beberapa biksu bahkan diketahui datang untuk melakukan meditasi di kawasan tersebut.

Baca juga: Mengulik Sejarah Candi Rimbi Jombang, Situs Majapahit dengan Relief Unik 51 Panel

Cagar Budaya dan Destinasi Sejarah

Candi Dadi telah ditetapkan sebagai cagar budaya tingkat kabupaten pada tahun 2021, dan meningkat menjadi cagar budaya tingkat nasional pada tahun 2025.

Kini, selain sebagai situs sejarah, Candi Dadi juga dimanfaatkan sebagai destinasi wisata edukasi.

Banyak pelajar yang datang untuk mempelajari sejarah, bahkan memanfaatkan kawasan sekitar untuk kegiatan seperti perkemahan.

Jejak Peradaban di Puncak Bukit

Keberadaan Candi Dadi menjadi bukti bahwa kawasan Tulungagung memiliki peran penting dalam perkembangan peradaban Hindu-Buddha di Jawa Timur.

Dibangun di tempat tinggi yang dianggap suci, candi ini tidak hanya mencerminkan kepercayaan masyarakat masa lalu, tetapi juga menjadi saksi bisu perjalanan sejarah yang panjang.

Dengan keunikan arsitektur dan nilai spiritual yang dimilikinya, Candi Dadi terus menjadi objek penelitian sekaligus warisan budaya yang perlu dijaga keberadaannya.

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved