Tradisi dan Budaya di Jatim

Romansa Pesisir Banyuwangi, Mengungkap Asal-usul Tari Padangulan dan Tradisi Purnama Muda-Mudi

Menelusuri Tari Padangulan, karya seni ikonik Banyuwangi yang lahir dari romansa purnama di pesisir. Kini jadi ajang regenerasi ribuan pelajar lokal.

Tayang:
Penulis: Regha Ayunda Bella | Editor: Mujib Anwar
Dok. banyuwangikab.go.id
TARI PADANGULAN BANYUWANGI - Tari Padangulan adalah sebuah tarian yang tergolong kreasi baru di Banyuwangi atau dalam istilah daerah disebut golongan tari angklung. 

Visualisasi dari kelompok penari yang menarik dipadukan dengan dentuman angklung yang ritmis memberikan pengalaman seni yang mendalam bagi siapa pun yang menonton. 

Harmoni antara musik dan gerak ini mampu menarik perhatian audiens secara instan. 

Musik angklung yang lincah seolah membawa penonton ikut merasakan semilir angin dan suasana romantis di pesisir Banyuwangi saat malam purnama.

Festival Padhang Ulanan dan Regenerasi

Sebagai upaya menjaga eksistensi seni ini, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi secara rutin menggelar Festival Padhang Ulanan. 

Festival ini diadakan setiap bulan secara bergiliran di seluruh kecamatan dengan melibatkan ribuan pelajar mulai tingkat TK hingga SMA. 

Dilansir dari banyuwangikab.go.id, festival ini merupakan panggung utama bagi anak-anak muda untuk mempelajari dan mencintai kesenian daerah mereka sendiri sejak dini.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menegaskan, festival ini bukan sekadar tontonan, melainkan investasi budaya. 

Panggung ini diharapkan dapat memunculkan talenta-talenta baru yang akan meneruskan tongkat estafet kesenian Banyuwangi di masa depan. 

Kehadiran Festival Padhang Ulanan juga mendapat dukungan penuh dari para orang tua. Mereka menganggap ajang ini sebagai wadah positif untuk menyalurkan bakat dan menumbuhkan kepercayaan diri anak-anak. 

Melalui konsistensi dalam menggelar acara seperti ini, Banyuwangi membuktikan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan pembangunan mental generasi penerus yang tangguh dan bangga akan identitas lokalnya.

Baca juga: Transformasi Tari Tayub Nganjuk, Dari Media Perjuangan Menjadi Ikon Wisata Budaya yang Bermartabat

Menjaga Marwah Seni Blambangan

Konsistensi Banyuwangi dalam melestarikan Tari Padangulan dan kesenian lainnya merupakan langkah strategis untuk memperkuat ikatan sosial masyarakat. 

Selain Festival Padhang Ulanan, Banyuwangi juga dikenal dengan berbagai event internasional seperti Gandrung Sewu dan Banyuwangi Ethno Carnival (BEC). 

Sebagaimana dikutip dari banyuwangikab.go.id, keterlibatan pelajar dalam berbagai atraksi seni budaya ini menjadi kunci utama keberhasilan konservasi budaya di daerah tersebut.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved