Sejarah di Jatim

Asal-Usul Telaga Guyang Warak Pacitan, Jejak Karst Purba yang Kini Terancam Mengering

Telaga Guyang Warak di Pacitan bukan sekadar telaga, jejak karst purba yang menyimpan sejarah unik, kini terancam menyusut dan kehilangan pesonanya.

Penulis: Regha Ayunda Bella | Editor: Mujib Anwar
geoparkgunungsewu.com
TELAGA GUYANG WARAK PACITAN - Telaga Guyangwarak adalah salah satu telaga karst di Gunung Sewu yang berair sepanjang tahun. Telaga dibentuk oleh kumpulan air hujan yang mengisi lekuk dolina. Telaga ini terletak di Desa Kendal, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. 

Ringkasan Berita:
  • Telaga Guyang Warak di Pacitan merupakan telaga karst purba di kawasan Gunung Sewu yang terbentuk dari cekungan dolina dan menyimpan nilai geologi tinggi.
  • Nama “Guyang Warak” berasal dari kisah badak purba yang diyakini pernah hidup dan mandi di kawasan tersebut, menjadi bagian sejarah lokal.
  • Kini telaga mengalami penyusutan signifikan akibat luweng dan berkurangnya sumber air, sehingga mengancam fungsi ekologis dan potensinya sebagai wisata.

 

TRIBUNJATIM.COM Telaga Guyang Warak menjadi salah satu situs alam bersejarah di Kabupaten Pacitan yang menyimpan nilai geologi, budaya, hingga kisah masa lalu yang unik. 

Telaga ini berada di Desa Kendal, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan, dan termasuk dalam kawasan Gunung Sewu yang dikenal sebagai bentang alam karst dunia.

Telaga Guyang Warak merupakan telaga alami yang terbentuk dari proses geologi selama ribuan tahun. 

Selain memiliki nilai ilmiah, telaga ini juga menyimpan cerita rakyat serta perubahan kondisi lingkungan yang kini menjadi perhatian masyarakat.

Sebagai gambaran umum, Telaga Guyang Warak adalah telaga karst yang terbentuk dari air hujan yang mengisi cekungan dolina. 

Telaga ini dahulu dikenal memiliki air yang melimpah sepanjang tahun, namun kini mengalami penyusutan yang cukup signifikan.

Asal-usul Terbentuknya Telaga Karst

Telaga Guyang Warak merupakan salah satu telaga karst di kawasan Gunung Sewu yang memiliki air sepanjang tahun. 

Telaga ini terbentuk dari akumulasi air hujan yang mengisi cekungan alami berupa dolina, dilansir dari wisata.gunungkidulkab.go.id.

Dolina tersebut memiliki dasar yang dilapisi tanah jenis terra rossa yang bersifat lempung, sehingga mampu menahan air dan menjadikan telaga ini tidak mudah kering.

Bentang alam di sekitar telaga juga khas, berupa perbukitan batu gamping dengan bentuk melengkung menyerupai gelombang atau sinusoida. 

Lanskap ini menjadi ciri khas kawasan karst Gunung Sewu yang telah diakui secara internasional.

Keberadaan telaga ini tidak hanya penting secara ekologis, tetapi juga menjadi bagian dari sistem hidrologi kawasan karst yang kompleks.

Dengan proses terbentuk yang alami dan unik, Telaga Guyang Warak menjadi salah satu warisan geologi yang bernilai tinggi di Pacitan.

Baca juga: Sejarah Kampung Kemasan Gresik, Dari Permukiman Pengrajin Emas hingga Jadi Kawasan Heritage

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved