Sejarah di Jatim
Asal-Usul Telaga Guyang Warak Pacitan, Jejak Karst Purba yang Kini Terancam Mengering
Telaga Guyang Warak di Pacitan bukan sekadar telaga, jejak karst purba yang menyimpan sejarah unik, kini terancam menyusut dan kehilangan pesonanya.
Penulis: Regha Ayunda Bella | Editor: Mujib Anwar
Jejak Sejarah Purba
Dikutip dari wisata.gunungkidulkab.go.id, nama “Guyang Warak” berasal dari bahasa Jawa, yakni “guyang” yang berarti mandi dan “warak” yang berarti badak.
Nama ini merujuk pada kepercayaan bahwa telaga tersebut dahulu menjadi tempat mandi badak yang hidup di kawasan itu pada masa lampau.
Badak yang dimaksud merupakan hewan vertebrata dari zaman Plistosen yang pernah hidup di kawasan karst Gunung Sewu sebelum akhirnya punah akibat perubahan lingkungan.
Mengutip berbagai sumber, punahnya badak di kawasan ini diperkirakan terjadi tidak terlalu lama dalam skala geologi, sehingga meninggalkan jejak cerita yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat.
Makna nama ini menjadikan Telaga Guyang Warak tidak hanya sebagai objek alam, tetapi juga sebagai bagian dari narasi sejarah purba yang hidup dalam ingatan kolektif masyarakat.
Baca juga: Sejarah Petirtaan Jolotundo Mojokerto, Situs Kuno yang Dibangun untuk Menyambut Kelahiran Airlangga
Pemanfaatan Telaga oleh Masyarakat
Telaga Guyang Warak saat ini dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai lokasi budidaya ikan air tawar.
Pada masa lalu telaga ini memiliki peran penting dalam kehidupan warga, mulai dari kebutuhan mandi, mencuci, hingga sumber air sehari-hari.
Air telaga yang dahulu melimpah bahkan pernah dimanfaatkan untuk kepentingan yang lebih luas, termasuk rencana penyediaan air melalui pompa untuk masyarakat sekitar.
Menurut cerita tutur warga setempat, telaga ini juga menjadi tempat bermain anak-anak, mulai dari berenang hingga mencari ikan, yang menciptakan kenangan sosial yang kuat.
Dengan berbagai fungsi tersebut, Telaga Guyang Warak pernah menjadi pusat aktivitas masyarakat yang sangat vital.
Baca juga: Sejarah Situs Duplang Jember, Sarana Ritual dan Pemakaman Zaman Prasejarah Megalitikum
Kondisi Telaga yang Kian Menyusut
Kondisi Telaga Guyang Warak saat ini mengalami penurunan debit air yang cukup signifikan dibandingkan masa lalu.
Kedalaman air yang dahulu mencapai 4 hingga 5 meter kini menyusut hingga sekitar 0,5 meter saat musim kemarau.
Asal-Usul Telaga Guyang Warak
Desa Kendal
Kecamatan Punung
Kabupaten Pacitan
Jawa Timur
meaningful
Gunung Sewu
Tribun Jatim
TribunJatim.com
Pacitan
Telaga Guyang Warak
| Museum Terbuka Megalitik Bondowoso, Jejak Warisan Manusia Prasejarah yang Masih Terjaga |
|
|---|
| Sejarah Candi Boyolangu Tulungagung, Jejak Persemayaman Gayatri Nenek Raja Majapahit Hayam Wuruk |
|
|---|
| Candi Ampel di Tulungagung, Jejak Majapahit Abad ke-15 yang Kini Tinggal Puing Reruntuhan |
|
|---|
| Sejarah Candi Mirigambar Tulungagung, Jejak Angling Dharma di Tengah Desa |
|
|---|
| Tak Sekadar Lezat, Inilah Sejarah dan Filosofi di Balik Rujak Cingur Khas Surabaya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Telaga-Guyang-Warak-Pacitan.jpg)