Gembala Sapi Asal Situbondo Ditemukan Tewas di Kawasan Baluran, Tinggal Kerangka

Setelah dilaporkan hilang dan dilakukan pencarian tim SAR gabungan, pengembala sapi asal Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo

Penulis: Izi Hartono | Editor: Samsul Arifin
Istimewa
EVAKUASI - Jenazah pengembala sapi yang ditemukan di Taman Nasional Baluran tinggal tulang belulang saat dievakuasi tim gabungan ke RS Asembagus, Situbondo, Jumat, (17/4/2026).  
Ringkasan Berita:
  • Penggembala sapi bernama Suwardi (68) ditemukan meninggal di TN Baluran.
  • Jasad ditemukan dalam kondisi tinggal tulang belulang di kawasan hutan.
  • Keluarga korban telah menerima kejadian tersebut dan menolak autopsi.

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Izi Hartono

TRIBUNJATIM.COM, SITUBONDO - Setelah beberapa hari dilaporkan hilang, seorang penggembala sapi asal Situbondo akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di kawasan Taman Nasional Baluran.

Jasad warga bernama Suwardi (68) ditemukan dua orang warga yang sedang mencari madu di kawasan Taman Nasional Hutan Baluran, kondisinya telah jadi tulang belulang.

Koodinator Pusdalop BPBD Situbondo Puriyono membenarkan penemuan kerangka manusia yang diduga korban hilang saat mengembala sapi di TN Hutan Baluran Situbondo.

Lokasi Dekat Titik Terakhir Korban

"Iya korban ditemukan kemari Kamis sekitar pukul 15.00 WIB, tapi kondisinya sudah tulang belulang," ujarnya, Jumat (17/04/2026). 

Baca juga: Bukan Pada Jumat, Pemkab Situbondo Berlakukan WFH ASN di Hari Rabu

Menurutnya, kerangka manusia ditemukan di  kawasan blok Curah Bedi di last known position (LKP) atau posisu terakhir  diketahui di kawasan TN Baluran Situbondo.

"Saat mencaru madu, dua warga itu mencium bau busuk dan menemukan tas dan tulang terbungkus sepatu," jelasnya.

Setelah itu, kata Puriyono, warga mendokukentasikan temuan itu dan langsung mengirimkan videonya kepada keluarga korban.

Evakuasi Tim Gabungan

"Kami BPBD bersama Polsek Banyuputih,  Petugas TN Baluran dan warga sekitar  menuju ke TKP untuk mengevakuasi kerangka itu ke rumah sakit," katanya.

Berdasarkan hasil pemeriksaab dokter dan inavis Polres Situbondo, kondisinya tulang belulang yang masih utuh dan pihak keluarga mengenali propertinya, diantaranta baju, sepatu, hand phone  dan tas.

"Pihak keluarga sudah menerima atas kejadian tersebut tidak akan menuntut atau menolak dilakukan otopsi ,"pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved