Sejarah di Jatim

Berdiri Sejak Tahun 1458, Masjid Jami Gresik Jadi Saksi Perkembangan Islam di Pesisir Jawa

Didirikan oleh Nyai Ageng Pinatih, Masjid Jami’ Gresik jadi saksi sejarah Islam sekaligus perpaduan budaya Nusantara dan kolonial yang masih terjaga.

Tayang:
kompasiana.com
MASJID JAMI GRESIK – Masjid Jami Gresik merupakan salah satu masjid bersejarah dan ikonik di Jawa Timur, yang berlokasi di Jl. Wachid Hasyim, Pekauman, Gresik, dekat alun-alun kota. Masjid ini didirikan oleh Nyai Ageng Pinatih pada abad ke-15 dan menjadi pusat syiar Islam di pesisir utara Jawa, serta menjadi cagar budaya. 

Seiring perkembangannya, terutama setelah renovasi pada abad ke-18, konstruksi masjid mulai mengadopsi teknik kolonial Belanda tanpa menghilangkan nilai arsitektur lokal.

Perpaduan ini menjadikan Masjid Jami Gresik sebagai bangunan unik yang menggabungkan budaya lokal dengan pengaruh luar.

Baca juga: Menengok Sejarah Masjid Agung At Taqwa, Masjid Pertama di Bondowoso di Tahun 1809

Pengembangan Bangunan dari Masa ke Masa

Perkembangan Masjid Jami Gresik terus berlanjut hingga abad ke-20, termasuk fasilitas masjid yang terus dikembangkan.

Dinukil dari disparekrafbudpora.gresikkab.go.id, berbagai penambahan fasilitas dilakukan, seperti pembangunan serambi dan tempat wudhu pada tahun 1955.

Kemudian pada tahun 1977 hingga 1982, dilakukan pembangunan tambahan berupa bangunan bertingkat, kantor pengelola, serta fasilitas penunjang lainnya.

Hal ini dilakukan untuk mengakomodasi kebutuhan jamaah yang terus meningkat.

Baca juga: Menengok Sejarah Masjid Jami Bathoro Katong, Jadi Masjid Tertua dan Tempat Makam Pendiri Ponorogo

Ikon Religi dan Warisan Sejarah Gresik

Hingga kini, Masjid Jami Gresik tetap berdiri kokoh di kawasan alun-alun kota dan menjadi salah satu ikon religi di Kabupaten Gresik.

Keberadaannya tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai saksi bisu perjalanan sejarah Islam di Jawa Timur.

Masjid ini mencerminkan semangat dakwah, ketahanan terhadap berbagai bencana, serta perpaduan budaya yang terus terjaga dari masa ke masa.

Sejarah panjangnya menjadi inspirasi bagi generasi saat ini dalam menjaga warisan budaya dan nilai-nilai keislaman.

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved