Sejarah di Jatim
Berdiri Sejak Tahun 1458, Masjid Jami Gresik Jadi Saksi Perkembangan Islam di Pesisir Jawa
Didirikan oleh Nyai Ageng Pinatih, Masjid Jami’ Gresik jadi saksi sejarah Islam sekaligus perpaduan budaya Nusantara dan kolonial yang masih terjaga.
Penulis: Septadera Candra Purnama | Editor: Mujib Anwar
Ringkasan Berita:
- Didirikan tahun 1458 oleh Nyai Ageng Pinatih, Masjid Jami’ Gresik menjadi pusat ibadah dan dakwah Islam di pesisir utara Jawa sejak era Majapahit.
- Mengalami perpindahan lokasi dan berbagai bencana, termasuk kebakaran dan sambaran petir sejak 1712 hingga 1927, yang membuat masjid beberapa kali direnovasi dan diperluas.
- Memadukan arsitektur Nusantara dan kolonial, masjid ini kini menjadi ikon religi di Gresik sekaligus warisan sejarah yang tetap terjaga hingga sekarang.
TRIBUNJATIM.COM – Masjid Jami Gresik menjadi salah satu bangunan bersejarah yang memiliki peran penting dalam perkembangan Islam di Kabupaten Gresik.
Berdiri sejak abad ke-15, masjid ini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga saksi perjalanan panjang sejarah, mulai dari era Majapahit hingga masa modern.
Didirikan Nyai Ageng Pinatih pada Abad ke-15
Diketahui, Masjid Jami Gresik pertama kali didirikan sekitar tahun 1458 oleh Nyai Ageng Pinatih.
Nyai Ageng Pinatih sendiri merupakan seorang tokoh perempuan berpengaruh yang juga dikenal sebagai ibu asuh Sunan Giri.
Pada masa itu, ia menjabat sebagai Syahbandar Pelabuhan Timur di bawah kekuasaan Kerajaan Majapahit.
Awalnya, masjid dibangun di kawasan perbukitan dekat pelabuhan Teluk Lamong, tepatnya di wilayah yang kini dikenal sebagai Kelurahan Kebungson, Kecamatan Gresik.
Bangunan masjid saat itu masih sangat sederhana dengan konstruksi berbahan kayu.
Sejak awal berdirinya, Masjid Jami’ Gresik tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat kegiatan keagamaan dan dakwah Islam di wilayah pesisir utara Jawa.
Baca juga: Masjid Rahmat Kembang Kuning, Masjid Tertua di Surabaya Peninggalan Dakwah Sunan Ampel
Pindah Lokasi ke Pusat Kota Gresik
Seiring berkembangnya jumlah jamaah dan aktivitas keagamaan, Masjid Jami Gresik mengalami beberapa kali perpindahan lokasi.
Pemindahan besar terjadi pada tahun 1712 saat Gresik dipimpin Tumenggung Puspanegara.
Masjid yang sebelumnya berada di kawasan pesisir dipindahkan ke pusat pemerintahan dan perekonomian, yang kini menjadi kawasan alun-alun Kabupaten Gresik.
Lokasi ini juga berdekatan dengan makam Sunan Maulana Malik Ibrahim, sehingga memperkuat peran masjid sebagai pusat ibadah dan pendidikan Islam.
Masjid Jami Gresik
Sejarah Masjid Jami Gresik
Perkembangan Islam di Gresik
Perkembangan Islam di Pesisir Jawa
Nyai Ageng Pinatih
Sunan Giri
Teluk Lamong
Kelurahan Kebungson
Kabupaten Gresik
Makam Sunan Maulana Malik Ibrahim
Ikon religi Gresik
Gresik
Jawa Timur
Tribun Jatim
TribunJatim.com
meaningful
Maulana Malik Ibrahim
| Asal-Usul Telaga Guyang Warak Pacitan, Jejak Karst Purba yang Kini Terancam Mengering |
|
|---|
| Museum Terbuka Megalitik Bondowoso, Jejak Warisan Manusia Prasejarah yang Masih Terjaga |
|
|---|
| Sejarah Candi Boyolangu Tulungagung, Jejak Persemayaman Gayatri Nenek Raja Majapahit Hayam Wuruk |
|
|---|
| Candi Ampel di Tulungagung, Jejak Majapahit Abad ke-15 yang Kini Tinggal Puing Reruntuhan |
|
|---|
| Sejarah Candi Mirigambar Tulungagung, Jejak Angling Dharma di Tengah Desa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Masjid-Jami-Gresik.jpg)