Tradisi dan Budaya di Jatim

Tradisi Gredoan Banyuwangi, Cara Unik Suku Osing Mencari Jodoh Lewat Lidi

Tradisi Gredoan di Banyuwangi menjadi cara unik mencari jodoh lewat lidi saat Maulid Nabi, sarat makna dan menjunjung nilai kesopanan.

Penulis: Ayesha Naila Tsabita | Editor: Mujib Anwar
Kompas.com
TRADISI GREDOAN BANYUWANGI - Tradisi Gredoan merupakan tradisi unik Suku Osing Banyuwangi yang menjadi ajang mencari jodoh dengan cara saling berkenalan lewat lidi, tetap menjunjung nilai kesopanan dalam bingkai budaya dan kebersamaan saat Maulid Nabi Muhammad SAW. 

Ringkasan Berita:
  • Tradisi Gredoan Suku Osing di Banyuwangi jadi ajang cari jodoh yang telah berlangsung turun-temurun dan digelar saat Maulid Nabi.
  • Interaksi dilakukan dengan cara unik namun tetap sopan, di mana pria dan wanita berkenalan tanpa bertemu langsung.
  • Prosesi menggunakan lidi yang diselipkan melalui dinding bambu sebagai tanda ketertarikan.
  • Selain mencari pasangan, tradisi ini juga dimeriahkan pertunjukan budaya sekaligus mempererat kebersamaan warga.

 

TRIBUNJATIM.COM - Tradisi Gredoan menjadi salah satu warisan budaya unik dari masyarakat Suku Osing di Banyuwangi, Jawa Timur

Tradisi ini dikenal sebagai ajang mencari jodoh yang telah berlangsung secara turun-temurun dan masih bertahan hingga kini.

Gredoan biasanya digelar bersamaan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. 

Momen tersebut tidak hanya dimanfaatkan sebagai perayaan keagamaan, tetapi juga menjadi ruang sosial bagi masyarakat untuk saling berinteraksi dan menjalin hubungan.

Diketahui, Gredoan merupakan tradisi yang identik dengan aktivitas “menggoda” lawan jenis sebagai bentuk pendekatan menuju pernikahan. 

Tradisi ini terbuka bagi siapa saja, baik gadis, perjaka, duda, maupun janda.

Menurut sejumlah budayawan Banyuwangi, istilah “gredo” sendiri berasal dari kata yang berarti menggoda. 

Meski demikian, masyarakat tetap menjunjung tinggi norma kesopanan saat tradisi sedang berlangsung.

Dikutip dari Kompas.com, Gredoan umumnya dilaksanakan pada malam hari sebelum acara pengajian Maulid digelar keesokan harinya. 

Suasana desa pun menjadi ramai karena warga dari berbagai daerah ikut datang untuk menyaksikan dan meramaikan tradisi tersebut.

Baca juga: Upacara Kebo Ketan, Tradisi Maulid Nabi di Ngawi untuk Tebar Pesan Pelestarian Alam

Cara Unik Mencari Jodoh

Dalam pelaksanaannya, para gadis biasanya berada di dapur membantu orang tua memasak hidangan. 

Sementara itu, para pemuda berada di luar rumah untuk melakukan pendekatan kepada perempuan yang mereka incar.

Proses perkenalan dilakukan dengan cara sederhana namun sarat makna. 

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved