Peringatan Hari Kartini, Srikandi DPRD Jatim Tampil Berkebaya di Rapat Paripurna

Pemandangan tak biasa nampak dalam Rapat Paripurna DPRD Jatim, Selasa (21/4/2026). Tak seperti biasanya yang menggunakan

Tribun Jatim Network/Yusron Naufal Putra
PARIPURNA - Sejumlah anggota DPRD Jatim perempuan saat keluar dari Ruang Rapat Paripurna, Selasa (21/4/2026). Dalam rapat paripurna ini para anggota DPRD Jatim perempuan hadir memakai setelan kebaya berkaitan dengan Peringatan Hari Kartini 2026 

 

Ringkasan Berita:
  • Anggota perempuan DPRD Jawa Timur mengenakan kebaya saat rapat paripurna memperingati Hari Kartini.
  • Rapat dipimpin Sri Wahyuni dan dihadiri Khofifah Indar Parawansa.
  • Momentum Kartini dimaknai untuk memperkuat peran perempuan dalam pembangunan yang inklusif

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Yusron Naufal Putra 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pemandangan tak biasa nampak dalam Rapat Paripurna DPRD Jatim, Selasa (21/4/2026).

Tak seperti biasanya yang menggunakan pakaian formal, para anggota dewan perempuan kompak hadir dengan memakai setelan kebaya. 

Ini berlangsung di momentum peringatan Hari Kartini 2026. Dengan warna dan corak yang berbeda ini, membuat suasana Rapat Paripurna DPRD Jatim ini lebih semarak dari biasanya. Rapat paripurna ini dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Jatim Sri Wahyuni

Kemudian didampingi oleh Ketua DPRD Jatim Musyafak Rouf dan Wakil Ketua Hidayat. Gubernur Khofifah Indar Parawansa juga hadir langsung dalam rapat paripurna ini.

Rapat paripurna ini beragenda Penyampaian Jawaban Gubernur atas Pemandangan Umum Fraksi terhadap LKPJ 2025. 

Dalam sambutannya, Sri Wahyuni mengajak seluruh pihak untuk meneladani spirit dari RA Kartini. Utamanya, dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sehingga, peringatan Hari Kartini setiap tanggal 21 April ini tidak sekadar formalitas tahunan belaka. 

"Semangat dan nilai-nilai perjuangan ini diharapkan senantiasa menjadi landasan dalam memperkuat kontribusi strategis perempuan dalam pembangunan daerah. Serta mendorong terwujudnya kehidupan masyarakat yang berkeadilan, inklusif dan berkemajuan di provinsi Jawa Timur," kata Sri Wahyuni. 

Baca juga: DPRD Jatim Ajak Warga Lawan TBC, Kunci Utama Ada di Kesadaran Bersama

Ajakan serupa disampaikan oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Menurut Khofifah, spirit meneladani peringatan Hari Kartini tidak hanya untuk perempuan namun juga laki-laki. Penghormatan luar biasa harus diberikan kepada RA Kartini. 

"Ra Kartini meninggal karena komplikasi persalinan. Maka tema nasional hari ini bagaimana kita bergerak bersama menurunkan angka kematian Ibu," jelasnya. 

Khofifah mengungkapkan, spirit yang perlu diambil dari RA Kartini juga adalah bagaimana membangun komunikasi multikultural bukan hanya bilateral serta memberikan penguatan terhadap sektor UMKM. Sehingga, tidak hanya perempuan yang menikmati namun juga turut dinikmati laki-laki. 

"Maka yang harus kita lakukan adalah harmony partnership. Tidak ada perempuan di depan atau laki-laki di depan. Maka yang harus kita lakukan adalah bagaimana bersama-sama membangun harmoni antara laki-laki dan perempuan bergandengan tangan bersinergi berkolaborasi," ujarnya. 

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved