Tradisi dan Budaya di Jatim
Kerapan Sapi Brujul Probolinggo, Tradisi Balap Sapi yang Kini Jadi Penggerak Ekonomi & Pesta Rakyat
Berawal dari kebiasaan petani, Kerapan Sapi Brujul kini menjadi tradisi sekaligus ikon budaya Probolinggo yang menggerakkan ekonomi dan pariwisata.
Penulis: Septadera Candra Purnama | Editor: Mujib Anwar
Nama-nama unik pasangan sapi seperti “Macan Gila” hingga “Angin Ribut”, pun turut menambah keseruan.
Kejadian unik pun sering terjadi, mulai dari joki yang terjatuh berguling di lumpur hingga sapi yang keluar jalur.
Meski demikian, suasana tetap berlangsung aman dan menjadi hiburan menarik bagi masyarakat.
Lebih dalam, Kerapan Sapi Brujul bukan sekadar perlombaan, melainkan pesta rakyat yang selalu dinantikan warga.
Dikutip dari probolinggokota.go.id, ratusan penonton memadati arena, bahkan rela berpanas-panasan hingga terkena cipratan lumpur demi menyaksikan balapan.
Sorak-sorai penonton berpadu dengan derap kaki sapi menciptakan suasana meriah dan penuh semangat.
Baca juga: Ritual Hodo Situbondo, Tradisi Sakral Minta Hujan Peninggalan Damarwulan
Nilai Sosial dan Dampak Ekonomi
Selain sebagai hiburan, Kerapan Sapi Brujul juga berkembang sebagai event yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat.
Kehadiran pelaku UMKM di sekitar arena lomba terbukti turut menghidupkan aktivitas ekonomi warga setempat.
Ajang ini juga menjadi sarana silaturahmi para pecinta sapi sekaligus meningkatkan nilai jual sapi yang berhasil meraih kemenangan.
Dengan perpaduan antara pelestarian budaya, hiburan rakyat, dan aktivitas ekonomi, Kerapan Sapi Brujul semakin memiliki daya tarik yang luas.
Baca juga: Tradisi Kadisah Bondowoso, Ritual Tolak Bala 533 Tahun hingga Mengarak Gunungan Ribuan Kue Kucur
Warisan Budaya Takbenda yang Terus Dilestarikan
Sebagai bentuk pengakuan, Kerapan Sapi Brujul telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia pada 18 Oktober 2019 oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI.
Penetapan ini semakin memperkuat posisinya sebagai identitas budaya masyarakat Probolinggo sekaligus sarana pelestarian kearifan lokal di tengah perkembangan zaman.
Pemerintah daerah pun terus berupaya memperkenalkan tradisi ini ke tingkat yang lebih luas.
Kerapan Sapi Brujul
Kerapan Sapi Brujul Probolinggo
Tradisi Kerapan Sapi Brujul
sejarah Kerapan Sapi Brujul
Tradisi Jawa Timur
Wali Kota Probolinggo
dr Aminuddin
Wali Kota Probolinggo Dr Aminuddin
Tradisi Petani
Probolinggo
Jawa Timur
Tribun Jatim
TribunJatim.com
meaningful
warisan budaya takbenda
petani
Pesta Rakyat
Tradisi Balap Sapi
| Tradisi Nyadran Yadnya Karo, Ritual Sakral Suku Tengger Ranu Pani untuk Menghormati Roh Leluhur |
|
|---|
| Tradisi Bersih Nagari Tulungagung, Ekspresi Menjaga Warisan Leluhur saat Puncak Perayaan Hari Jadi |
|
|---|
| Siraman Kiai Bonto di Blitar, Tradisi Pusaka Keramat yang Diyakini Membawa Berkah |
|
|---|
| Mengenal Tari Uling, Kesenian Khas Lumajang yang Terinspirasi dari Satwa Keramat di Sumbermujur |
|
|---|
| Larung Sesaji Pantai Tambakrejo Blitar, Ritual Sakral Warisan Prajurit Diponegoro di Bulan Suro |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Tradisi-Kerapan-Sapi-Brujul-di-Probolinggo.jpg)