Haji 2026
Boneka Hingga Rajutan Jadi Tanda: Cara Unik Jemaah Haji Pacitan Agar Koper Tak Tertukar di Makkah
Jemaah haji Pacitan mulai mengumpulkan koper di Kantor Kementerian Haji dan Umroh Pacitan, Jalan HOS Cokroaminoto
Penulis: Pramita Kusumaningrum | Editor: Sudarma Adi
Ringkasan Berita:
- Inovasi Jemaah: Penggunaan boneka, kain rajut, dan tanda unik agar koper mudah dikenali.
- Jumlah Jemaah: 274 calon jemaah haji asal Kabupaten Pacitan.
- Aturan Bagasi: Berat maksimal koper 32 kg, wajib melalui penimbangan dan X-Ray.
Laporan Wartawan Tribunjatim.com, Pramita Kusumaningrum
TRIBUNJATIM.COM, PACITAN - Jemaah haji Pacitan mulai mengumpulkan koper di Kantor Kementerian Haji dan Umroh Pacitan, Jalan HOS Cokroaminoto, Kecamatan/Kabupaten Pacitan, Jatim.
Cara unik dilakukan calon jemaah haji asal Pacitan untuk menghindari koper tertukar saat perjalanan maupun saat di Tanah Suci.
Ada yang memasang boneka besar maupun lainnya.
Baca juga: Tujuh Pantai Eksotis di Pacitan, dari Raja Ampat-nya Jawa hingga Seruling Samudera
Hal itu itu dipasang sebagai penanda mencolok dipasang di koper mereka agar mudah dikenali di tengah ribuan barang serupa.
Sejak pagi, 274 jemaah haji asal Kabupaten dengan sebutan 70 Mile Sea Paradise sudah mendatangi kantor Kementerian Haji dan Umroh Pacitan. Mereka mengumpulkan koper.
“Sebenarnya tidak ada himbauan khusus dari kami (Kantor Kementerian Haji dan Umroh Pacitan),”’ungkap Plt Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Pacitan, Marjuni, Minggu (26/4/2026).
Dia menyatakan untuk pertanda unik jemaah haji untuk koper mereka, itu memang tidak ada himbauan khusus.
“Akan tetapi inisiatif jamaah haji menandai dengan tanda-tanda khusus dalam rangka memudahkan mereka mana kala di Arab Saudi,” urainya.
Terkait, jelas dia, pengambilan tas mereka. Lantaran biasanya lobi hotel koper diturunkan satu-satu.
“Kalau jemaah haji sudah menandai sejak awal di tanah air, maka akan memudahkan mereka saat mengambil koper untuk dibawa ke kamar hotel masing-masing,” tegasnya.
Baca juga: DPRD Jatim Tinjau Longsor di Jalur Ponorogo-Pacitan, Ternyata Berdiri di Atas Sesar Bumi
Menurutnya, jika tidak ada penanda khusus, kalau jamaah haji itu, dalam kondisi tertentu akan kesulitan.
Murjani menyatakan bahwa tanda yang dipasang yang paling penting tidak mengganggu identitas yang resmi.
“Saya kira tidak masalah. tanda itu yang diperbolehkan, ada boneka, kain, yang itu sangat unik untuk mereka, dasi, rajut. Yang penting nyaman penandanya sendiri dan tidak mengganggu identitas resmi,” tegasnya.
Marjuni menyatakan terkait berat koper cukup ketat.Koper sebelum diserahkan kepada petugas, ditimbang terlebih dahulu.
Kantor Kementerian Haji dan Umroh Pacitan
calon jemaah haji
jemaah haji
Pacitan
koper
boneka
TribunJatim.com
| Calon Jemaah Haji Lumajang Serbu Penukaran Uang Riyal, Satu Paket Dibanderol Rp1 Jutaan |
|
|---|
| CJH Bondowoso Mulai Diberangkatkan ke Asrama Haji, Kloter 85 dan 86 Berangkat Lebih Dulu |
|
|---|
| Persiapan Haji 2026: 1.214 Jemaah Kabupaten Kediri Siap Berangkat, Simak Aturan Ketat Barang Bawaan |
|
|---|
| Kesiapan Haji Situbondo 2026: Jemaah Mulai Kumpulkan Koper, Perhatikan Aturan Berat-Larangan Barang |
|
|---|
| 18 ASN Pemkot Blitar Ajukan Cuti Besar Berangkat Haji, Pelayanan Publik Dipastikan Tetap Normal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Koper-jamaah-haji-yang-telah-dikumpulkan-di-Aula-Kantor.jpg)