Berita Terpopuler

Jatim Terpopuler: Tanda Unik Koper Jemaah Haji Hingga Mobil Lexus Hendak Dirampas Debt Collector

Jatim terpopuler. Sejumlah berita menarik tersaji di Tribun Jatim. Berita menarik dimulai dari tanda unik koper jemaah haji.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Torik Aqua
kolase/Tribun Jatim dan istimewa
JATIM TERPOPULER: Tanda unik koper jemaah haji hingga mobil Lexus hendak dirampas debt collector, Senin 27 April 2026. 

Terkait, jelas dia, pengambilan tas mereka. Lantaran biasanya lobi hotel  koper diturunkan satu-satu.

“Kalau jemaah haji sudah menandai sejak awal di tanah air, maka akan memudahkan mereka saat mengambil koper  untuk dibawa ke kamar hotel masing-masing,” tegasnya.

Baca juga: DPRD Jatim Tinjau Longsor di Jalur Ponorogo-Pacitan, Ternyata Berdiri di Atas Sesar Bumi

Menurutnya, jika tidak ada penanda khusus, kalau jamaah haji itu, dalam kondisi tertentu akan kesulitan. 

Murjani menyatakan bahwa tanda yang dipasang yang paling penting tidak mengganggu identitas yang resmi.

“Saya kira tidak masalah. tanda itu yang diperbolehkan, ada boneka, kain, yang itu sangat unik untuk mereka, dasi, rajut. Yang penting nyaman penandanya sendiri dan  tidak mengganggu identitas resmi,” tegasnya.

Marjuni menyatakan terkait berat koper cukup ketat.Koper sebelum diserahkan kepada petugas, ditimbang terlebih dahulu.

Tujuannya agar berat koper tidak lebih dari 32 kilogram. “Ya kalau lebih dari 32 kilogram harus dibongkar dulu dijadikan sampai 32 kilogram,” paparnya.

Dia menjelaskan koper berangkat dari Kabupaten Pacitan memang tidak  lebih dari 32 kilogram. Lantaran  tidak tahu, pada saat ditimbang dan dimasukkan X Ray atau metal detektor.

“yang jelas kita pastikan dalam  koper itu tidak melebihi kapasitas. usahkan  kurang 32 kilo,” jelas pria yang juga menjabat sebagai Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Ponorogo ini.

Baca juga: Bina Marga Jatim Buka Suara soal Jalan Ambles di Jalan Raya Ponorogo-Pacitan: Ada Sesar

Seandainya, jelas dia, koper jamaah haji ada yang lebih dari 32 kilogram, petugas dari Kantor Kementerian Haji dan Umroh Pacitan melakukan edukasi.

“Ini tadi edukasi pada jamaah utk  membongkar sendiri, mengurangi isi sekiranya dievaluasi utk tidak dibawa. dengan pendekatan itu, mudah-mudahan kurang dari 32 kilogram,” ujarmya.

Namun, Marjuni mengklaim hingga saat ini, belum ada koper yang over kapasitas. Semua sesuai aturan yang berlaku.

Marjuni menyatakan koper yang dikumpulkan adalah koper yang masuk bagasi. Dimana koper tersebut adalah koper paling besar. Sedangkan koper kecildibawa nanti para jamaah naik bis. 

“Untuk pengumpulan koper besar berbeda dengan tahun yang lalu. Kalau 2025 lalu 5 jam sebelum kedatangan jemaah, “ tegasnya.

Tahun ini, jelas dia, berbeda karena kapasitas asrama haji 4-5 kloter per hari, maka koper  1 hari sebwlum kedatangan jemaah harus sudah di Embarkasi Juanda Surabaya. 
 

7 destinasi pantai indah di Pacitan

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved