Bangga Jawa Timur

Menelusuri Jejak Sejarah di Balik Gurihnya Rujak Cingur hingga Tahu Tek

​Bukan sekadar kenyang! Simak kisah unik "balapan" para penjual lontong hingga filosofi petis yang jadikan kuliner Surabaya mendunia dan melegenda.

Penulis: Regha Ayunda Bella | Editor: Mujib Anwar
TribunJatim.com/Istimewa
KULINER KHAS SURABAYA - Empat kuliner khas Surabaya ini tak hanya menggugah selera, tapi juga menyimpan cerita dan sejarah panjang. Dari Rujak Cingur yang sarat filosofi kebersamaan hingga Lontong Balap dengan kisah pedagang balapan, semuanya jadi bukti kekayaan rasa Kota Pahlawan. 

Ringkasan Berita:
  • Rujak Cingur telah ditetapkan sebagai warisan budaya takbenda sejak 2021, membawa filosofi keberagaman lewat perpaduan bumbu petis udang dan irisan moncong sapi yang empuk.
  • Lontong Balap lahir dari tradisi pedagang yang berebut pelanggan di tahun 1913, sementara Tahu Tek mengambil nama dari bunyi khas gunting saat memotong bahan makanan.
  • Sate Klopo menawarkan keunikan balutan kelapa parut berbumbu yang gurih, dengan salah satu kedai paling legendaris di Ondomohen yang eksis sejak tahun 1945.

 

TRIBUNJATIM.COM – Kota Surabaya dikenal sebagai salah satu pusat kuliner tradisional di Jawa Timur yang memiliki ragam hidangan khas dengan cita rasa unik. 

Tidak hanya sekadar makanan, kuliner-kuliner ini juga menyimpan sejarah panjang serta nilai budaya yang masih bertahan hingga kini.

Kuliner khas Surabaya berkembang dari kehidupan masyarakat urban yang dinamis, mulai dari pedagang keliling hingga warung legendaris yang bertahan puluhan tahun. 

Keberadaan makanan seperti Rujak Cingur dan Lontong Balap menjadi bukti kuat bahwa tradisi kuliner tetap lestari di tengah modernisasi kota.

Banyak makanan khas Surabaya yang lahir dari kreativitas masyarakat dalam memanfaatkan bahan sederhana menjadi hidangan bernilai tinggi. 

Perpaduan rasa gurih, manis, dan pedas yang khas menjadikan kuliner ini mudah dikenali dan digemari berbagai kalangan.

Tak hanya itu, sebagaimana dalam beberapa sumber, setiap hidangan juga memiliki cerita unik di balik penamaannya. 

Misalnya Tahu Tek yang berasal dari bunyi gunting, hingga Sate Klopo yang diambil dari bahan utamanya, yakni kelapa.

Berikut ini ulasan lengkap empat kuliner khas Surabaya yang tidak hanya menggugah selera, tetapi juga sarat akan sejarah dan filosofi yang menarik untuk diketahui.

Rujak Cingur

SEJARAH RUJAK CINGUR - Rujak cingur merupakan kuliner khas Surabaya yang telah ada sejak era kolonial dan berkembang pada 1930-an, dari kuliner rakyat hingga menjadi ikon budaya Jawa Timur.
SEJARAH RUJAK CINGUR - Rujak cingur merupakan kuliner khas Surabaya yang telah ada sejak era kolonial dan berkembang pada 1930-an, dari kuliner rakyat hingga menjadi ikon budaya Jawa Timur. (Dok. Wonderful Indonesia)

Rujak cingur merupakan salah satu kuliner khas Surabaya yang cukup populer di kalangan masyarakat. 

Hidangan ini dikenal karena perpaduan unik antara sayuran, buah, dan irisan cingur atau moncong sapi yang diolah hingga empuk.

Keunikan rujak cingur terletak pada bumbu petisnya yang kaya rasa, perpaduan kacang tanah, petis udang, cabai, gula, dan garam yang menghasilkan rasa manis, gurih, dan sedikit pedas.

Menurut catatan sejarah, rujak cingur telah ada sejak tahun 1930-an dan awalnya dibawa oleh pendatang dari Madura. 

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved