Sejarah di Jatim

Kelenteng ​Kim Hin Kiong, Jejak Sejarah untuk Dewi Laut dari Era Pelabuhan Internasional Kuno Gresik

​Berdiri sejak 1153 M, Klenteng Kim Hin Kiong adalah saksi bisu kejayaan maritim Gresik dan simbol abadi akulturasi budaya yang masih kokoh.

Tayang:
Penulis: Regha Ayunda Bella | Editor: Mujib Anwar
TribunJatim.com/ Sugiyono
KELENTENG KIM HIN KIONG - Kelenteng Kim Hin Kiong terletak di Jalan Dr. Setia Budi Gang Klenteng No.56, Kelurahan Pulopancikan, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Klenteng tertua di Jawa Timur ini berada di tengah perkampungan Pecinan yang berdekatan dengan area pemukiman Arab dan alun-alun Gresik. 

Ringkasan Berita:
  • Didirikan pada tahun 1153 M oleh perantau Tionghoa, klenteng ini merupakan salah satu tempat ibadah Tridharma tertua di Pulau Jawa dan saksi bisu perkembangan Gresik.
  • Bangunan ini didedikasikan untuk Dewi Ma Co atau pelindung pelaut dengan arsitektur khas Tiongkok yang didominasi warna merah-kuning, lengkap dengan altar pemujaan, hiolo naga, dan tradisi ramalan Ciam Si.
  • Meski sempat terhambat kebijakan di masa Orde Baru, kini klenteng ini kembali berfungsi penuh sebagai pusat budaya dan religi.

 

TRIBUNJATIM.COM – Di tengah kawasan pecinan yang kini mulai berbaur dengan perkampungan Arab, berdiri sebuah bangunan sarat sejarah yang menjadi saksi perjalanan panjang Kota Gresik sebagai kota pelabuhan. 

Kelenteng Kim Hin Kiong bukan sekadar tempat ibadah, tetapi juga simbol akulturasi budaya yang telah berlangsung selama berabad-abad.

Terletak di Jalan Dr. Setia Budi Gang Klenteng No.56, Kelurahan Pulopancikan, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, kelenteng ini berada tak jauh dari alun-alun kota, sehingga mudah dijangkau masyarakat. 

Lokasi tersebut sejak dahulu memang dikenal sebagai pusat aktivitas perdagangan sekaligus pemukiman komunitas Tionghoa. Keberadaan kelenteng ini erat kaitannya dengan sejarah Gresik sebagai jalur perdagangan internasional. 

Sejak abad ke-14, Gresik telah dihuni oleh berbagai etnis seperti Arab, Cina, India, dan Bugis yang hidup berdampingan dalam aktivitas ekonomi maritim.

Kelenteng Kim Hin Kiong menjadi salah satu bukti nyata keberadaan komunitas Tionghoa di wilayah tersebut. Bahkan, bangunan ini diyakini sebagai kelenteng tertua di Jawa Timur yang masih berdiri dan berfungsi hingga kini.

Selain menjadi tempat ibadah, kelenteng ini juga menyimpan nilai historis, budaya, dan spiritual yang kuat. Hal tersebut menjadikan Kim Hin Kiong sebagai destinasi religi sekaligus wisata sejarah yang menarik untuk dikunjungi.

Sejarah Berdiri Sejak Era Pelabuhan Kuno

Suasana Kelenteng Kim Hin Kiong Gresik, Sabtu (10/2/2024) pagi.
Suasana Kelenteng Kim Hin Kiong Gresik, Sabtu (10/2/2024) pagi. (TribunJatim.com/Willy Abraham)

Menurut sejumlah catatan sejarah, Kelenteng Kim Hin Kiong telah berdiri sejak tahun 1153 Masehi. 

Informasi ini dikutip dari berbagai sumber yang menyebutkan bahwa kelenteng tersebut dibangun oleh perantau Tionghoa yang menetap di Gresik.

Dilansir dari disparekrafbudpora.gresikkab.go.id, pembangunan kelenteng ini berkaitan erat dengan aktivitas pelayaran dan perdagangan di kawasan pelabuhan Gresik

Kelenteng ini didedikasikan untuk Dewi Ma Co Thian Siang Seng Boo, yang dikenal sebagai Dewi Laut atau pelindung para pelaut.

Keberadaan kelenteng di dekat pelabuhan menunjukkan fungsi spiritualnya bagi para pedagang dan pelaut Tionghoa.

Mereka memanjatkan doa agar perjalanan laut berjalan lancar dan selamat, sebagaimana dijelaskan dalam artikel sejarah kelenteng tersebut.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved