Sejarah di Jatim

Menguak Sejarah Makam Leran di Gresik, Pasucian Peninggalan Awal Islam di Pulau Jawa

Menelusuri Makam Leran di Gresik, jejak awal masuknya Islam di Jawa lewat sosok Siti Fatimah binti Maimun dan bukti sejarah yang terjaga hingga kini.

Penulis: Ayesha Naila Tsabita | Editor: Mujib Anwar
budayajatim.com
SEJARAH MAKAM LERAN - Makam Leran di Gresik menjadi salah satu bukti awal masuknya Islam di Pulau Jawa, ditandai dengan keberadaan makam Siti Fatimah binti Maimun serta nilai sejarah dan religi yang masih terjaga hingga kini. 

Ringkasan Berita:
  • Makam Leran di Gresik merupakan situs cagar budaya peninggalan awal Islam di Jawa, juga dikenal sebagai Pasucian.
  • Tempat ini diyakini sebagai makam Siti Fatimah binti Maimun, tokoh perempuan penyebar Islam.
  • Batu nisan bertahun 1101 M menjadi bukti Islam sudah hadir di Jawa sejak lebih awal.
  • Selain bernilai sejarah, kawasan ini juga menjadi tujuan ziarah dan terus dijaga kelestariannya.

 

TRIBUNJATIM.COM - Makam Leran merupakan salah satu situs bersejarah yang berada di Desa Leran, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Jawa Timur

Situs ini telah ditetapkan sebagai cagar budaya melalui SK Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor PM.56/PW.007/MKP/2010.

Makam ini juga dikenal dengan sebutan Pasucian.

Keberadaannya menyimpan nilai penting dalam sejarah perkembangan Islam di Pulau Jawa, khususnya di wilayah pesisir utara Jawa Timur.

Dikutip dari budayajatim.com, situs ini diyakini sebagai tempat dimakamkannya Siti Fatimah binti Maimun, seorang tokoh perempuan yang disebut-sebut memiliki peran awal dalam penyebaran Islam di Nusantara.

Selain itu, kompleks makam ini tidak hanya terdiri dari satu makam, melainkan sejumlah bangunan dan area pemakaman yang tertata berlapis ke arah belakang dengan tingkat kesakralan yang berbeda.

Keberadaan Makam Leran juga menjadi bukti awal masuknya pengaruh Islam di Indonesia, bahkan lebih awal dibandingkan beberapa temuan sejarah lainnya.

Baca juga: Sejarah Petirtaan Jolotundo Mojokerto, Situs Kuno yang Dibangun untuk Menyambut Kelahiran Airlangga

Jejak Sejarah dan Asal-usul Nama Leran

Dalam tradisi tutur, Siti Fatimah disebut sebagai putri Raja Cermen yang berasal dari Kedah. 

Lokasi Kedah sendiri masih menjadi perdebatan, ada yang menyebut berada di India, sementara sumber lain menempatkannya di Semenanjung Malaysia.

Melansir berbagai sumber, catatan kuno dari Chon-Ju-Hua dalam kitab Chu-Fan-Chi menyebut wilayah Jawa sebagai Pu-Chia-Lung yang diyakini merujuk pada kawasan Panjalu di Jawa Timur, termasuk Gresik.

Sumber lain dari Ying-Yai-Shenglan menggambarkan bahwa kawasan ini merupakan Gresik sebelum masa Sunan Giri. Pada masa itu, Leran diduga menjadi salah satu pelabuhan penting.

Nama Leran sendiri dipercaya berasal dari kata “lerenan” atau tempat singgah. Hal ini berkaitan dengan banyaknya pedagang asing yang berhenti di wilayah tersebut.

Seiring waktu, kawasan ini berkembang menjadi pusat aktivitas masyarakat dan turut berperan dalam penyebaran agama Islam di pesisir Jawa.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved