Tradisi dan Budaya di Jatim
Dari Dam Karangdoro, Tradisi Bubak Bumi di Banyuwangi Jadi Simbol Kebersamaan Petani
Ratusan petani Banyuwangi menggelar Tradisi Bubak Bumi di Dam Karangdoro, jadi wujud syukur sekaligus harapan musim tanam lancar.
Penulis: Ayesha Naila Tsabita | Editor: Mujib Anwar
Ringkasan Berita:
- Tradisi Bubak Bumi digelar tiap awal musim tanam di Dam Karangdoro, Banyuwangi, sebagai sarana doa bersama dan wujud syukur petani.
- Berawal dari peristiwa banjir di masa lalu, ritual ini menjadi permohonan keselamatan serta kelancaran irigasi.
- Diikuti ratusan petani HIPPA, Bubak Bumi menonjolkan nilai gotong royong melalui kenduri dan makan bersama.
- Selain sebagai ritual, tradisi ini juga menjadi ruang komunikasi antara petani dan pemerintah sekaligus upaya menjaga harmoni dengan alam.
TRIBUNJATIM.COM - Tradisi Bubak Bumi menjadi salah satu ritual khas petani di Banyuwangi, Jawa Timur yang digelar setiap memasuki awal musim tanam.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana doa bersama, tetapi juga wujud syukur atas hasil pertanian yang telah diperoleh.
Ritual Babak Bumi biasanya dipusatkan di kawasan Dam Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, yang dikenal sebagai salah satu sumber irigasi terbesar di wilayah tersebut.
Tradisi ini melibatkan ratusan petani dari berbagai kecamatan yang tergabung dalam Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA).
Selain sebagai bentuk permohonan agar musim tanam berjalan lancar, Bubak Bumi juga menjadi ruang kebersamaan antarpetani.
Suasana gotong royong terlihat dari partisipasi warga yang membawa tumpeng dan makanan untuk disantap bersama.
Dalam berbagai kegiatan yang pernah digelar, tradisi ini juga disertai doa bersama, kenduri, hingga prosesi simbolik yang berkaitan dengan harapan akan kesuburan tanah dan kelimpahan air.
Bubak Bumi juga menjadi bagian dari upaya menjaga harmoni antara manusia dan alam dalam sistem pertanian di Banyuwangi.
Baca juga: Tradisi Keboan Aliyan di Banyuwangi, Ritual Tolak Bala Mirip Kerbau dan Syukuran Hasil Bumi
Awal Mula Tradisi dan Dam Karangdoro
Tradisi Bubak Bumi tidak bisa dilepaskan dari keberadaan Dam Karangdoro yang menjadi pusat irigasi pertanian di Banyuwangi.
Bendungan ini diketahui dibangun sejak masa kolonial sekitar tahun 1921 dan pernah mengalami kerusakan akibat banjir besar pada 1929 yang kemudian menjadi catatan sejarah masyarakat setempat.
Peristiwa banjir tersebut disebut menjadi salah satu latar munculnya tradisi doa bersama yang kini dikenal sebagai Bubak Bumi.
Masyarakat meyakini bahwa ritual ini menjadi bentuk permohonan agar kejadian serupa tidak terulang dan pertanian tetap aman.
Dam Karangdoro sendiri memiliki peran vital karena mengairi ribuan hektare sawah di sejumlah kecamatan, seperti Tegalsari, Bangorejo, hingga Tegaldlimo.
Bubak Bumi
Dam Karangdoro
Banyuwangi
Jawa Timur
Tribun Jatim
tradisi di Jatim
petani
Jatim
tradisi dan budaya di Jatim
Kecamatan Tegalsari
Himpunan Petani Pemakai Air (Hippa)
TribunJatim.com
Tradisi Bubak Bumi
meaningful
| Mengenal Karapan Kambing Probolinggo, Tradisi Asimilasi Budaya Jawa Madura Wujud Kerja Keras |
|
|---|
| Tari Kuntulan Banyuwangi, Harmoni Dakwah dalam Gerak Rancak dan Irama Hadrah Khas Osing |
|
|---|
| Tradisi Keboan Aliyan di Banyuwangi, Ritual Tolak Bala Mirip Kerbau dan Syukuran Hasil Bumi |
|
|---|
| Tradisi Balap Gethek, Cara Unik Warga Karangdoro Banyuwangi Menjaga Kebersihan Sungai |
|
|---|
| Tradisi Distrikan Ranu Grati, Ritual Larung Sesaji ke Tengah Danau di Pasuruan Agar Rezeki Berlimpah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Para-petani-di-Banyuwangi-menggelar-tradisi-Bubak-Bumi-sebuah-ritual-doa-bersama.jpg)