Bangga Jawa Timur

Surabaya Punya Banyak Ruang Baca Menarik, Ini Lima Perpustakaan Bernuansa Modern hingga Alam

Lima perpustakaan di Surabaya ini hadir dengan konsep berbeda, mulai dari modern, historis, hingga semi-outdoor yang nyaman untuk membaca dan belajar.

Tayang:
Penulis: Ayesha Naila Tsabita | Editor: Mujib Anwar
tourism.surabaya.go.id
LIMA PERPUSTAKAAN DI SURABAYA - Kota Surabaya memiliki beragam ruang baca menarik seperti Perpustakaan Umum Kota Surabaya, Perpustakaan Bank Indonesia, Perpustakaan Medayu Agung, Perpustakaan Disperpusip Jawa Timur, dan Perpustakaan Taman Flora yang menawarkan suasana berbeda mulai dari modern, bernuansa sejarah, hingga semi-outdoor yang asri, sekaligus menjadi tempat belajar, literasi, dan kegiatan positif bagi masyarakat. 

Dikutip dari perpustakaan-bi.org, gedungnya merupakan bangunan cagar budaya yang berdiri sejak 1921 dan dulunya merupakan rumah dinas pejabat De Javasche Bank.

Sebelum difungsikan sebagai perpustakaan pada 2012, bangunan ini sempat menjadi Museum Mpu Tantular. Nuansa kolonial masih sangat terasa, menjadikannya tempat baca sekaligus wisata sejarah.

Selain koleksi buku bertema ekonomi, perbankan, dan kebijakan publik, perpustakaan ini juga menyediakan literatur umum, karya sastra, serta ruang baca yang tenang dan representatif untuk kegiatan akademik.

Keunikan lain dari perpustakaan ini adalah atmosfer klasik dari bangunan tua yang tetap terawat, sehingga pengunjung dapat merasakan pengalaman membaca yang berbeda dari perpustakaan modern.

Lokasi: Jl. Taman Mayangkara No.6, Darmo, Kecamatan Wonokromo, Surabaya, Jawa Timur

Jam operasional:

  • Senin–Sabtu: 08.00–16.30 WIB
  • Minggu dan Hari Libur: Tutup

Baca juga: Sejarah De Javasche Bank Surabaya, Dari Bank Kolonial hingga Menjadi Museum Edukasi Perbankan

Perpustakaan Medayu Agung

Perpustakaan Medayu Agung, Surabaya, Jawa Timur
Perpustakaan Medayu Agung, Surabaya, Jawa Timur (KOMPAS.com/AZWA SAFRINA)

Perpustakaan ini memiliki nilai historis yang kuat. 

Dilansir dari Kompas.com, Medayu Agung menyimpan ribuan koleksi buku sejarah, termasuk manuskrip langka seperti tetralogi Buru karya Pramoedya Ananta Toer.

Didirikan oleh Oei Hiem Hwie pada tahun 2001, perpustakaan ini awalnya merupakan koleksi pribadi yang kemudian dibuka untuk umum. 

Selain buku, terdapat juga arsip koran lama, foto, poster, hingga benda bersejarah yang mencerminkan perjalanan bangsa Indonesia.

Perpustakaan ini dikenal sebagai “gudang sejarah” karena menyimpan banyak dokumen penting sejak era kolonial hingga pascakemerdekaan. 

Koleksi koran lawas berbahasa Indonesia dan Mandarin dari tahun 1950-an hingga 1980-an menjadi salah satu daya tarik utama.

Tak hanya itu, pengelola juga mulai melakukan digitalisasi koleksi agar dapat diakses lebih luas oleh masyarakat. Perpustakaan ini juga kerap mengadakan pameran untuk memperkenalkan koleksi yang dimiliki.

Lokasi: Jl. Medayu Selatan Gang IV, No. 42-44, Medokan Ayu, Kecamatan Rungkut, Surabaya, Jawa Timur

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved