Bangga Jawa Timur

Tujuh Kuliner Khas Pacitan yang Unik dan Jarang Ditemui, Wajib Dicoba!

Dari soto bening hingga tiwul, kuliner khas Pacitan hadir dengan cita rasa unik berbasis tradisi dan bahan lokal yang wajib dicoba wisatawan.

Tayang:
Penulis: Regha Ayunda Bella | Editor: Mujib Anwar
travel.tribunnews.com
KULINER KHAS PACITAN – Beragam sajian dan kuliner khas Pacitan seperti Soto Pacitan, Sego Gobyos hingga Tiwul menawarkan cita rasa unik yang menggugah selera, mulai dari gurih sederhana, pedas menggigit hingga sajian tradisional yang sarat nilai budaya. 

Daging ikan marlin dikenal tebal dan lembut, serta hampir tidak memiliki bau amis. Hal ini membuatnya digemari oleh banyak wisatawan.

Biasanya ikan marlin diolah dengan cara dibakar atau digoreng, lalu disajikan bersama sambal dan nasi hangat. Rasa gurih alami dari ikan menjadi daya tarik utama.

Keberadaan kuliner ini tidak lepas dari letak geografis Pacitan yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia, sebagaimana dijelaskan dalam berbagai sumber.

Ikan marlin pun menjadi simbol kekayaan hasil laut Pacitan yang melimpah dan bernilai tinggi.

Baca juga: Lima Kuliner Khas Ngawi yang Legendaris, Dari Nasi Pecel Pincuk hingga Wedang Cemue Hangat

Sego Gobyos

Sego gobyos merupakan kuliner khas Pacitan yang terkenal dengan rasa pedasnya yang kuat. Nama “gobyos” sendiri merujuk pada kuah pedas yang menjadi ciri khasnya.

Hidangan ini terdiri dari nasi, sayur daun kenikir, serta berbagai pilihan lauk. Namun yang paling menonjol adalah kuah pedas berbumbu cabai.

Dilansir dari berbagai sumber, kuah gobyos dibuat dengan racikan khusus sehingga menghasilkan sensasi pedas yang berbeda dari sambal biasa.

Kuliner ini berkembang dari kebiasaan masyarakat yang menyukai makanan pedas sebagai penghangat tubuh, terutama di daerah pesisir.

Saat ini, sego gobyos menjadi salah satu menu favorit bagi pecinta makanan pedas di Pacitan.

Baca juga: Dari Tahu Takwa sampai Sate Bekicot, Ini Tujuh Kuliner Khas Kediri yang Bikin Ketagihan

Sego Godhong Jati

Sego godhong jati adalah nasi dengan urap dan juga tumis tempe (kering tempe), serundeng serta lauk ikan asin atau pun peyek
Sego godhong jati adalah nasi dengan urap dan juga tumis tempe (kering tempe), serundeng serta lauk ikan asin atau pun peyek (travel.tribunnews.com)

Dikutip dari kompas.com, sego godhong jati merupakan nasi yang dibungkus dengan daun jati. Aroma daun jati memberikan cita rasa khas pada nasi.

Dahulu, makanan ini hanya disajikan saat acara hajatan atau tradisi tertentu. Namun kini sudah mudah ditemukan di pasar-pasar tradisional.

Isiannya cukup lengkap, mulai dari nasi, urap-urap, tempe, ikan asin, hingga peyek teri. Kombinasi ini membuatnya kaya rasa.

Penggunaan daun jati bukan hanya sebagai pembungkus, tetapi juga sebagai penambah aroma alami.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved