Sejarah di Jatim
Benteng Lodewijk Gresik, Strategi Daendels Hadang Inggris yang Kini Tinggal Reruntuhan Bersejarah
Dibangun 1808 oleh Daendels untuk menahan serangan Inggris, Benteng Lodewijk di Gresik kini menyisakan jejak sejarah penting di pesisir Jawa.
Penulis: Regha Ayunda Bella | Editor: Mujib Anwar
Benteng ini berjarak sekitar 6 mil dari Gresik dan 5 mil dari Ujung Pangkah. Lokasi ini dipilih untuk menghalau pasukan Inggris yang datang dari arah Laut Jawa.
Benteng ini mampu menampung hingga 800 prajurit dan dilengkapi dengan 102 meriam, menjadikannya salah satu benteng pertahanan yang cukup kuat pada masanya.
Namun, meski telah dibangun dengan persiapan matang, pada tahun 1811 pasukan Inggris tetap berhasil mengepung wilayah Gresik, menandai awal berakhirnya kekuasaan Belanda di Jawa untuk sementara waktu.
Baca juga: Sejarah Benteng Kedung Cowek Surabaya, Saksi Bisu Pertempuran 10 November 1945
Asal-usul Benteng Lodewijk
Nama Benteng Lodewijk sendiri diambil sebagai bentuk penghormatan kepada Louis Napoleon Bonaparte. Nama “Lodewijk” merupakan versi Belanda dari “Louis”.
Louis Napoleon adalah sosok yang mengangkat Daendels sebagai Gubernur Jenderal Hindia Belanda, sehingga penamaan benteng ini memiliki nilai politis sekaligus simbol loyalitas.
Sebagaimana dalam sumber Disparekrafbudpora Gresik, benteng ini memiliki fungsi utama sebagai pertahanan laut untuk menjaga akses menuju Surabaya, yang saat itu merupakan pusat penting pemerintahan dan perdagangan.
Benteng ini dibangun dengan ukuran cukup besar, yakni sekitar 400 meter panjang dan 250 meter lebar.
Hal ini menunjukkan bahwa Benteng Lodewijk dirancang sebagai basis militer utama di kawasan tersebut.
Posisi benteng memungkinkan pengawasan langsung terhadap aktivitas di Selat Madura, Pelabuhan Surabaya, serta jalur pelayaran penting lainnya.
Namun, meskipun memiliki peran strategis, perkembangan politik dan militer pada masa itu membuat fungsi benteng ini tidak bertahan lama.
Baca juga: Sejarah Benteng Van den Bosch Ngawi, Dari Perang Jawa hingga Kamp Interniran
Perubahan Fungsi Benteng
Dinukil dari berbagai sumber, setelah Inggris berhasil menguasai Jawa pada tahun 1811 melalui peristiwa Kapitulasi Tuntang, peran Benteng Lodewijk mulai berkurang.
Setelah kekuasaan kembali ke tangan Belanda, pusat pertahanan dipindahkan ke Surabaya, sehingga Benteng Lodewijk tidak lagi menjadi prioritas utama.
Pada tahun 1857, sebagaimana disebutkan dalam sumber sejarah, benteng ini akhirnya dihancurkan oleh Belanda sendiri sebagai bagian dari perubahan strategi pertahanan.
Benteng Lodewijk Gresik
Benteng Lodewijk
Gresik
Kelurahan Tanjung Widoro
Kecamatan Bungah
Kabupaten Gresik
Jawa Timur
Benteng Kolonial
Herman Willem Daendels
Selat Madura
Pulau Mengare
Bengawan Solo
warisan budaya Indonesia
Tribun Jatim
TribunJatim.com
meaningful
wisata budaya
Inggris
Belanda
| Mengenal Kampoeng Ilmu Surabaya, Jejak Perjalanan Pedagang Buku Bekas hingga Menjadi Ikon Literasi |
|
|---|
| Kelenteng Hok Sian Kiong Mojokerto, Dari Gudang Menjadi Simbol Budaya Tionghoa Selama Dua Abad Lebih |
|
|---|
| Makam Kembang Kuning Surabaya, Jejak Kolonial hingga Perang Dunia di Kota Pahlawan |
|
|---|
| Sejarah Kelenteng Poo An Kiong Blitar, Ikon Tionghoa yang Bangkit dengan Wajah Baru |
|
|---|
| Eksplorasi Sejarah Museum Teknoform Surabaya, Ruang Edukasi yang Sajikan Evolusi Teknologi Informasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Benteng-Lodewijk.jpg)