Idul Adha 2026

Syarat Sapi yang Lolos Kriteria Kurban Bantuan Presiden Prabowo, Harus Lokal dan Bebas PMK

Proses pemilihan sapi untuk bantuan presiden (Banpres) hewan kurban di Kabupaten Trenggalek melalui Dinas Peternakan melakukan penyaringan.

Tayang:
Editor: Januar
Tribun Jatim Network
SAPI BANPRES - Sapi milik peternak Mujadi alias Jadul asal Desa/Kecamatan Pogalan Trenggalek berbobot 1,037 ton terpilih menjadi sapi kurban bantuan Presiden Prabowo Subianto. 

Ringkasan Berita:
  • Dinas Peternakan Trenggalek melakukan seleksi ketat untuk sapi bantuan presiden (Banpres) kurban, dengan syarat bebas PMK, bobot maksimal, dan merupakan sapi peranakan lokal Trenggalek. Dari sekitar 800 kandidat, hanya 2 ekor yang memenuhi kriteria.
  • Sapi terpilih milik peternak Mujadi dari Desa/Kecamatan Pogalan menjadi yang terberat dengan bobot lebih dari 1 ton, dan disepakati harga Rp98 juta setelah proses negosiasi hingga tingkat sekretariat presiden. Sapi lainnya berbobot sekitar 900 kg.

 

Laporan wartawan TribunJatim.com, Madchan Jazuli


TRIBUNJAITM.COM, TRENGGALEK - Proses pemilihan sapi untuk bantuan presiden (Banpres) hewan kurban di Kabupaten Trenggalek melalui Dinas Peternakan melakukan penyaringan.

Selain memiliki berat maksimal, juga harus terbebas dari penyakit mulut dan kuku (PMK). Serta merupakan sapi peranakan lokal asli Trenggalek.

Kabid Perbibitan, Pakan Dan Produksi Peternakan, Dinas Peternakan dan Perikanan, Yoyon Hariyanto mengatakan awal mula adalah melalui penjaringan. Tim dari Dinas Peternakan Trenggalek menggali informasi-informasi kemudian terjun langsung di lapangan.

"Lalu beberapa kita datangi ternyata yang sekitar 800 up itu hanya ada 2 ekor sapi," ujar Yoyon kepada TRIBUN MATARAMAN.COM, Jum'at (22/5/2026).

Yoyon menambahkan kedua sapi yang masuk penjaringan melalui proses timbang.

Baca juga: Alasan Sapi 1,037 Ton Milik Peternak Trenggalek Dipilih Jadi Banpres Prabowo Meski Pernah Kena PMK


Ternyata sapi milik Mujadi alias Jadi asal Desa/Kecamatan Pogalan Trenggalek yang tertinggi. 

Sapi milik Mujadi memiliki berat 1 ton lebih sedikit. Sedangkan yang kedua hanya 900 kilogram lebih dari penjaringan tersebut.

"Kita usulkan ke Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dan ditanya mintanya berapa. Dia minta harga 98 juta," tambahnya.

Menurut Yoyon, sapi tersebut sudah dinego jauh-jauh hari langsung dari sekretariat presiden melalui sambungan telepon. Kemudian terjadi kesepakatan harga Rp 98 juta.

Ia mengaku untuk proses pengiriman, sapi itu akan disembelih di salah satu Masjid di Desa Sukorame Kecamatan Gandusari.

Sementara untuk pelaksanaan penyembelihan hewan kurban di hari kedua, yaitu tanggal 28 Mei 2026 atau hari Kamis. 

"Jadi nanti yang mengirim adalah dari yang punya ternak tersebut," akuinya.

Ia mengaku selain hewan tersebut berasal dari Kabupaten Trenggalek dipelihara, juga harus memiliki bobot yang lumayan.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved