Ramalan Cuaca Jatim

Ramalan Cuaca Jatim Sabtu 23 Mei 2026, Jember dan Kota Batu Hujan Ringan, Daerah Lainnya Cerah

Berikut ini ramalan cuaca Jatim pada Sabtu, 23 Mei 2026. Menurut laman BMKG, hanya dua daerah di Jawa Timur yang akan mengalami hujan ringan.

Tayang:
Editor: Ani Susanti
TribunDepok/Desy Selviany
RAMALAN CUACA JATIM - Berikut ini ramalan cuaca Jatim pada Sabtu, 23 Mei 2026. Menurut laman BMKG, hanya dua daerah di Jawa Timur yang akan mengalami hujan ringan. 

TRIBUNJATIM.COM - Berikut ini ramalan cuaca Jatim pada Sabtu, 23 Mei 2026.

Menurut laman BMKG, hanya dua daerah di Jawa Timur yang akan mengalami hujan ringan.

Hujan ringan itu diprediksi terjadi pada siang hari.

Sementara itu wilayah lainnya mengalami cuaca cerah berawan.


Daerah yang Diprediksi Hujan Ringan

  • Jember
  • Kota Batu

Suhu Udara di Jawa Timur

Kota Pasuruan, Kota Mojokerto, Nganjuk dan Sidoarjo: 24–2°C, menjadi daerah paling panas.

Kota Batu: 16–22°C, tercatat sebagai daerah terdingin.

Rata-rata suhu udara di Jawa Timur pada 23 Mei 2026: 23-31°C

BMKG Sebut Dinamika Atmosfer dan El Nino Bikin Potensi Hujan Masih Tinggi Pekan Depan

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi kondisi cuaca di Indonesia dalam sepekan ke depan masih dipengaruhi berbagai dinamika atmosfer yang mendukung pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah.

Dilansir bmkg.go.id, berdasarkan analisis iklim global terbaru, fenomena El Niño-Southern Oscillation (ENSO) saat ini terpantau berada pada fase El Niño Condition.

Hal tersebut ditandai dengan nilai Southern Oscillation Index (SOI) sebesar -11,5 dan indeks NINO 3.4 sebesar +0,68.

BMKG menjelaskan, kondisi El Niño umumnya berkaitan dengan berkurangnya aktivitas pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia, terutama kawasan timur.

Meski demikian, dinamika atmosfer intraseasonal masih memberikan dukungan terhadap terbentuknya awan hujan.

Baca juga: Ramalan Cuaca Jatim Jumat 22 Mei 2026, 20 Wilayah Jawa Timur Hujan di Siang Hari, Pasuruan Terpanas

Aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) diprakirakan berada pada fase 4 atau Maritime Continent. Berdasarkan analisis filter spasial, aktivitas MJO berpotensi aktif di wilayah Kepulauan Riau, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, bagian selatan Maluku Utara, hingga bagian utara Papua.

Kondisi tersebut dinilai mampu meningkatkan peluang pertumbuhan awan konvektif di sejumlah wilayah Indonesia meskipun pengaruh El Niño masih berlangsung.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved