Jatimpedia

Sosok dan Profil 3 Bupati Gresik Hasil Pilkada, Ada Tokoh Pesantren hingga Pengusaha Batu Bara

Dari anak buruh tani, keluarga pesantren, hingga pengusaha batu bara, inilah perjalanan tiga sosok yang pernah memimpin Kabupaten Gresik.

Tayang:
Penulis: Regha Ayunda Bella | Editor: Mujib Anwar
TribunJatim.com/Hanif Manshuri
PROFIL TIGA BUPATI GRESIK - Robbach Ma’shum, Sambari Halim Radianto, dan Fandi Akhmad Yani atau Gus Yani adalah tiga Bupati Gresik yang dipilih oleh rakyat setelah era Reformasi tahun 1998. Mereka pernah dan sedang memimpin Kabupaten Gresik pada periode yang berbeda. 
Ringkasan Berita:
  • Robbach Ma’shum dikenal sebagai Bupati Gresik 2000–2010 yang tumbuh dari lingkungan pesantren keluarga KH Ma’sum Sofyan di Dukun.
  • Sambari Halim Radianto berasal dari keluarga sederhana dan pernah hidup susah sebelum menjadi Bupati Gresik dua periode serta membangun berbagai infrastruktur daerah.
  • Fandi Akhmad Yani atau Gus Yani mengawali karier sebagai pengusaha batu bara sebelum terjun ke politik dan kini memimpin Gresik periode 2025–2030.

 

TRIBUNJATIM.COMKabupaten Gresik, Jawa Timur memiliki sejumlah tokoh dan pemimpin dengan latar belakang kehidupan yang berbeda-beda.

Ada yang tumbuh dari lingkungan pesantren, berasal dari keluarga sederhana, hingga sukses membangun usaha sebelum masuk dunia politik.

Tiga nama yang cukup dikenal masyarakat ialah Robbach Ma’shum, Sambari Halim Radianto, dan Fandi Akhmad Yani atau Gus Yani. 

Ketiganya adalah Bupati Gresik yang dipilih oleh rakyat hasil Pilkada setelah era Reformasi tahun 1998. Mereka pernah dan sedang memimpin Kabupaten Gresik pada periode yang berbeda.

Perjalanan hidup ketiga tokoh tersebut cukup menarik untuk disimak. Mereka memiliki pengalaman hidup, pendidikan, hingga perjalanan karier yang berbeda sebelum akhirnya dipercaya memimpin Kota Pudak.

Selain dikenal sebagai kepala daerah, ketiganya juga memiliki kontribusi tersendiri dalam pembangunan Kabupaten Gresik.

Mulai dari pembangunan infrastruktur, penguatan ekonomi daerah, hingga kiprah di bidang sosial dan organisasi.

Berikut profil singkat tiga sosok yang pernah menjabat sebagai Bupati Gresik dan memiliki peran penting dalam perjalanan pemerintahan serta pembangunan daerah.

Robbach Ma’shum

Robbach Ma’shum lahir di Desa Dukun Anyar, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik pada 13 Juli 1948 atau bertepatan dengan 15 Ramadhan 1367 Hijriah.

Ia dikenal sebagai Bupati Gresik yang menjabat selama dua periode, yakni 2000 hingga 2010.

Robbach Ma’shum berasal dari keluarga ulama. Ayahnya adalah KH Ma’sum Sofyan, seorang tokoh agama sekaligus pendiri Pondok Pesantren Ihyaul Ulum Dukun sekitar tahun 1951.

Sementara ibunya bernama Nyai Hj Masyrifah. Dalam riwayat hidupnya disebutkan bahwa nama “Robach” memiliki arti penuh keberuntungan.

Robbach Ma’shum tumbuh dan besar di lingkungan pesantren. Ia menjalani pendidikan sekaligus mondok di Pondok Pesantren Ihyaul Ulum Dukun yang saat itu cukup dikenal masyarakat sekitar Gresik dan Lamongan.

Selain dikenal sebagai tokoh pemerintahan, Robbach Ma’shum juga memiliki latar belakang keluarga besar pesantren.

Ayahnya, diketahui memiliki 13 anak dan aktif mengembangkan pendidikan agama di wilayah Kecamatan Dukun, sebagaimana dijelaskan dalam riwayat hidup Robbach Ma’shum.

Baca juga: Sosok dan Profil Indrata Nur Bayuaji, Keponakan SBY yang Menjabat Bupati Pacitan Dua Periode

Sambari Halim Radianto

Sambari Halim Radianto dikenal sebagai sosok Bupati Gresik dua periode yang berasal dari keluarga sederhana. Pernah mengalami kesulitan ekonomi sejak kecil, Sambari kemudian sukses meniti karier politik dan membangun berbagai infrastruktur penting di Kabupaten Gresik.
Sambari Halim Radianto dikenal sebagai sosok Bupati Gresik dua periode yang berasal dari keluarga sederhana. Pernah mengalami kesulitan ekonomi sejak kecil, Sambari kemudian sukses meniti karier politik dan membangun berbagai infrastruktur penting di Kabupaten Gresik. (SURYA/WILLY ABRAHAM)

Nama berikutnya ialah Sambari Halim Radianto yang menjabat sebagai Bupati Gresik pada periode 2010–2015 dan 2016–2021.

Sebelum menjadi bupati, ia lebih dulu menjabat Wakil Bupati Gresik mendampingi Robbach Ma’shum pada periode 2000–2005.

Sambari lahir di Desa Lowayu, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik pada 7 Agustus 1959. Ia berasal dari keluarga sederhana dengan orang tua yang bekerja sebagai buruh tani.

Dalam perjalanan hidupnya, Sambari sempat mengalami kesulitan ekonomi. Bahkan, ia terlambat masuk sekolah dasar karena keterbatasan biaya.

Meski tumbuh dalam kondisi ekonomi sulit, Sambari aktif mengikuti berbagai organisasi sejak muda, mulai dari pramuka, OSIS, hingga karang taruna.

Ia juga pernah menjabat Ketua AMPI dan KNPI Kabupaten Gresik sebelum akhirnya masuk dunia politik melalui Partai Golkar.

Sambari memulai karier politiknya sebagai anggota DPRD Kabupaten Gresik pada 1997.

Saat menjabat sebagai bupati, ia dikenal aktif membangun berbagai infrastruktur daerah seperti Stadion Gelora Joko Samudro (Gejos), Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP), rumah sakit, hingga sejumlah landmark di jalur protokol Kabupaten Gresik.

Baca juga: Sosok Abdul Hamid Wahid, Bupati Bondowoso dengan Visi Bangun Museum Megalitikum Bersejarah

Fandi Akhmad Yani

Fandi Akhmad Yani atau Gus Yani dikenal sebagai Bupati Gresik yang memulai karier dari dunia usaha batu bara sebelum terjun ke politik. Kini, ia memimpin Kabupaten Gresik periode 2025–2030 dengan pengalaman sebagai pengusaha dan mantan Ketua DPRD Gresik.
Fandi Akhmad Yani atau Gus Yani dikenal sebagai Bupati Gresik yang memulai karier dari dunia usaha batu bara sebelum terjun ke politik. Kini, ia memimpin Kabupaten Gresik periode 2025–2030 dengan pengalaman sebagai pengusaha dan mantan Ketua DPRD Gresik. (Istimewa/TribunJatim.com)

Fandi Akhmad Yani atau Gus Yani menjadi sosok Bupati Gresik berikutnya yang cukup dikenal masyarakat.

Gus Yani lahir di Gresik pada 28 Juni 1985 dan kini menjabat Bupati Gresik untuk periode 2025–2030.

Sebelum menjadi bupati, Gus Yani pernah menjabat Ketua DPRD Kabupaten Gresik periode 2019–2024.

Ia mengawali pendidikan di SD Nahdlatul Ulama Trate Gresik, kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 4 Gresik dan SMA Semen Gresik sebelum lulus dari Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga pada 2009.

Gus Yani sempat merantau ke Batu Licin, Kalimantan Selatan saat masih kuliah untuk mengelola usaha batu bara. Setelah itu, ia dipercaya menjadi Direktur Utama PT Yani Putra.

Dalam perjalanan usahanya, perusahaan tersebut berkembang cukup pesat. Jumlah armada truk yang semula sekitar 80 unit bertambah menjadi 400 unit. Selain itu, perusahaan juga merambah bisnis batu bara dan semen.

Selain aktif di dunia usaha, Gus Yani juga aktif dalam organisasi. Ia pernah menjadi Ketua Organda Gresik, Bendahara Umum PC Robithoh Ma’had Islamiyah (RMI) NU Kabupaten Gresik, hingga Ketua Umum Gresik United.

Karier politiknya dimulai melalui PKB sebelum akhirnya memenangkan Pilkada Gresik dan menjabat sebagai bupati hingga sekarang.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved