Jatimpedia

Daftar Perusahaan Justru Untung Cetak Pendapatan Triliunan akibat Perang Iran vs AS-Israel

Di tengah situasi perang Iran vs AS- Israel, sejumlah perusahaan di sektor energi dan komoditas justru meraih keuntungan besar.

Tayang:
Istimewa/Tasnim News
PERANG IRAN VS AS-ISRAEL (Arsip) - Bendera Amerika Serikat (AS) dan Iran. Di tengah situasi perang Iran vs AS- Israel, sejumlah perusahaan di sektor energi dan komoditas justru meraih keuntungan besar, Minggu (24/5/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Konflik di kawasan Iran yang melibatkan AS-Israel memicu ketidakpastian global, termasuk terganggunya jalur perdagangan penting seperti Selat Hormuz yang berdampak pada pasar dunia.
  • Kondisi tersebut menyebabkan kenaikan harga energi dan biaya hidup, sehingga memberi tekanan ekonomi bagi masyarakat, pemerintah, dan pelaku usaha di berbagai negara.
  • Di tengah situasi tersebut, sejumlah perusahaan terutama di sektor energi dan komoditas justru meraih keuntungan besar hingga miliaran dolar AS.

 

TRIBUNJATIM.COM - Ketegangan geopolitik akibat konflik di kawasan Iran dan keterlibatan AS-Israel disebut turut memberikan dampak luas terhadap perekonomian global.

Salah satu efek yang paling terasa adalah meningkatnya ketidakpastian pasar, terutama setelah terganggunya jalur perdagangan penting seperti Selat Hormuz.

Situasi ini ikut mendorong naiknya harga energi dunia, yang pada akhirnya berdampak pada meningkatnya biaya hidup di berbagai negara.

Beban ekonomi pun dirasakan tidak hanya oleh masyarakat, tetapi juga oleh pemerintah dan pelaku usaha di banyak sektor.

Namun di tengah kondisi yang serba sulit tersebut, tidak semua pihak mengalami kerugian.

Beberapa perusahaan justru memperoleh keuntungan besar, bahkan mencapai miliaran dolar AS atau setara triliunan rupiah.

Keuntungan ini umumnya datang dari sektor yang berkaitan langsung dengan energi dan perdagangan komoditas, yang cenderung diuntungkan ketika harga pasar mengalami fluktuasi tajam akibat konflik.

Dengan kata lain, di saat sebagian besar pihak menghadapi tekanan ekonomi, ada pula perusahaan yang justru mampu memanfaatkan situasi untuk mencetak rekor pendapatan tinggi selama ketegangan di Timur Tengah berlangsung.

Baca juga: Wilayah Udara Iran Mendadak Kosong, Sinyal Serangan Baru Amerika Mulai Terendus Teheran

1. Minyak dan gas

Dampak ekonomi terbesar dari perang sejauh ini adalah lonjakan harga energi. Sekitar seperlima minyak dan gas dunia biasanya diangkut melalui Selat Hormuz.

Namun, jalur pengiriman tersebut praktis terhenti total pada akhir Februari.

Akibatnya, terjadi gejolak harga yang luar biasa di pasar energi.

Situasi ini ternyata menguntungkan sejumlah perusahaan minyak dan gas terbesar dunia.

Penerima manfaat utama adalah raksasa minyak Eropa yang memiliki divisi perdagangan.

Lini bisnis inilah yang mampu mendulang untung dari pergerakan harga yang tajam, sehingga laba perusahaan ikut terdongkrak.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved