Jatimpedia

Daftar Kecamatan di Jember yang Rawan Terjadi Kebakaran Hutan, Ada Wuluhan

Dua Kecamatan di Kabupaten Jember masuk wilayah Rawan kebakaran Hutan. Keduanya adalah Kecamatan Tempurejo, dan Wuluhan.

Tayang:
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Januar
tribunjatim.com/Pramita Kusumaningrum
Ilustrasi daerah rawan kebakaran di Jember 
Ringkasan Berita:
  • Dua kecamatan di Kabupaten Jember, yaitu Tempurejo dan Wuluhan, ditetapkan sebagai wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) karena memiliki kawasan hutan luas seperti Perhutani, Taman Nasional Meru Betiri, dan Gunung Watangan.
  • Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo, menyatakan bahwa wilayah tersebut rawan karhutla terutama saat musim kering, sehingga diperlukan kesiapsiagaan sumber daya manusia, peralatan, dan koordinasi lintas instansi.

 

Laporan wartawan TribunJatim.com, Sri Wahyunik

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Dua Kecamatan di Kabupaten Jember masuk wilayah Rawan kebakaran Hutan. Keduanya adalah Kecamatan Tempurejo, dan Wuluhan.

Tempurejo merupakan salah satu kecamatan terjauh di Kabupaten Jember sisi timur selatan atau tenggara dari pusat kota Jember.

Wilayah ini memiliki kawasan hutan dan perkebunan. Hutan itu antara lain milik Perhutani, dan Taman Nasional Meru Betiri.

Sedangkan Kecamatan Wuluhan memiliki kawasan hutan yang dikelola Perhutani, seperti kawasan hutan Gunung Watangan, juga Manggar.

Baca juga: Kebakaran Hutan Gunung Suket Bondowoso Capai 10 Ha, Api di Puncak Sulit Padam Gegara Medan Curam

Gunung Watangan ini merupakan benteng laut alami, karena berbatasan dengan laut selatan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember Edy Budi Susilo mengakui dari 31 kecamatan, berdasarkan data, ada dua kecamatan yang rawan kebakaran hutan (Karhutla).

"Ada dua kecamatan yang rawan terjadi Karhutla yakni Tempurejo, dan Wuluhan. Jadi untuk Tempurejo selain rawan kekeringan, juga rawan terjadi Karhutla karena memang wilayah hutannya luas," ujar Edy, Jumat (22/5/2026).

Sebagai langkah mitigasi, kata Edy, bisa telah menyiapkan SDM, serta peralatan, dan koordinasi antarpihak.

Dia mengakui, pemadaman kebakaran Hutan tidak bisa dilakukan sendiri oleh BPBD, dan relawan.

"Kalau kebakaran sudah dalam skala luas, paling kami hanya bisa memotong jalur api, agar tidak makin menyebar. Karenanya, kami juga sudah berkoordinasi dengan BPBD Jatim, dan BNPB, jika nanti ada Karhutla yang membahayakan, bisa meminta bantuan untuk water bombing, mengingat bandara kita bisa dipakai," ujar Edy.

Water bombing merupakan teknik pemadaman api dengan cara menjatuhkan air atau menyiram dari udara memakai pesawat.

 

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved