Ramalan Cuaca Jatim

Ramalan Cuaca Jatim Selasa 26 Mei 2026, Banyuwangi Jember Malang Pasuruan Hujan Ringan

Cuaca di Jawa Timur pada 26 Mei 2026 umumnya cerah berawan, namun beberapa wilayah berpotensi hujan ringan dari pagi hingga malam hari.

Tayang:
TribunJatim.com/Samsul Arifin
CUACA JATIM - Langit sore di Surabaya. Cuaca Jatim pada Selasa (26/5/2026) umumnya cerah berawan, namun beberapa wilayah berpotensi hujan ringan dari pagi hingga malam hari. 

Ringkasan Berita:
  • Berdasarkan prakiraan BMKG, cuaca di Jawa Timur pada Selasa, 26 Mei 2026 umumnya cerah berawan, namun beberapa wilayah berpotensi mengalami hujan ringan dari pagi hingga malam hari.
  • Sejumlah daerah yang diperkirakan turun hujan ringan meliputi Banyuwangi, Jember, Malang, Pasuruan, Situbondo, Sumenep, serta beberapa kota lain seperti Gresik dan Mojokerto.
  • Suhu udara di Jawa Timur berkisar antara 24–32°C, dengan Kota Pasuruan sebagai wilayah terpanas.

 

TRIBUNJATIM.COM - Berikut ini ramalan cuaca Jatim pada Selasa, 26 Mei 2026.

Menurut laman BMKG, seluruh daerah di Jawa Timur akan cerah berawan.

Namun sejumlah daerah berpotensi diguyur hujan ringan mulai pagi hingga malam hari.

Daerah Diprediksi Hujan Ringan:

  • Banyuwangi, Bondowoso, Gresik, Jember
  • Kota Malang, Kota Mojokerto, Lumajang, Malang
  • Mojokerto, Pasuruan, Situbondo, Sumenep

Suhu Udara di Jawa Timur

Kota Pasuruan: 25–32°C, menjadi daerah paling panas.

Kota Batu: 15–23°C, tercatat sebagai daerah terdingin.

Rata-rata suhu udara di Jawa Timur pada 24 Mei 2026: 24-32°C.

Baca juga: Daftar 6 Provinsi yang Diwaspadai BMKG soal Potensi Kebakaran Hutan dan Lahan Imbas El Nino

Baca juga: Daftar Wilayah Indonesia yang Mulai Masuk Musim Kemarau Mei 2026 Versi BMKG

BMKG Potensi Hujan Masih Tinggi Pekan Depan

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi kondisi cuaca di Indonesia dalam sepekan ke depan masih dipengaruhi berbagai dinamika atmosfer yang mendukung pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah.

Dilansir bmkg.go.id, berdasarkan analisis iklim global terbaru, fenomena El Niño-Southern Oscillation (ENSO) saat ini terpantau berada pada fase El Niño Condition.

Hal tersebut ditandai dengan nilai Southern Oscillation Index (SOI) sebesar -11,5 dan indeks NINO 3.4 sebesar +0,68.

BMKG menjelaskan, kondisi El Niño umumnya berkaitan dengan berkurangnya aktivitas pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia, terutama kawasan timur.

Meski demikian, dinamika atmosfer intraseasonal masih memberikan dukungan terhadap terbentuknya awan hujan.

Aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) diprakirakan berada pada fase 4 atau Maritime Continent. Berdasarkan analisis filter spasial, aktivitas MJO berpotensi aktif di wilayah Kepulauan Riau, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, bagian selatan Maluku Utara, hingga bagian utara Papua.

Kondisi tersebut dinilai mampu meningkatkan peluang pertumbuhan awan konvektif di sejumlah wilayah Indonesia meskipun pengaruh El Niño masih berlangsung.

Selain MJO, BMKG menyebut dalam sepekan mendatang cuaca Indonesia juga dipengaruhi aktivitas beberapa gelombang atmosfer.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved