Jawa Timur Bakal Datangkan 1.500 Sapi Perah dari Australia untuk Genjot Produksi Susu

Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan mendatangkan 1.500 ekor sapi perah dari Australia melalui kerja sama dengan sektor swasta.

Tayang:
Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Samsul Arifin
Tribun Jatim Network/Fatimatuz Zahroh
PRODUKSI SUSU - Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur Indyah Aryani menegaskan Jatim akan impor 1.500 ekor sapi dari Australia untuk tingkatkan produksi susu.  

Ringkasan Berita:
  • Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan mendatangkan 1.500 ekor sapi perah dari Australia melalui kerja sama dengan sektor swasta.
  • Langkah ini dilakukan untuk memenuhi meningkatnya kebutuhan susu, termasuk untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
  • Produksi susu segar di Jawa Timur saat ini mencapai 1.300–1.400 ton per hari, namun masih perlu ditingkatkan.

 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fatimatuz Zahroh

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA –Pemerintah Provinsi Jawa Timur berencana mendatangkan 1.500 ekor sapi perah dari Australia tahun ini sebagai upaya meningkatkan produksi susu segar di tengah meningkatnya kebutuhan konsumsi masyarakat.

Salah satu langkah yang akan dilakukan tahun ini adalah mendatangkan 1.500 ekor sapi perah dari Australia melalui skema kemitraan dengan sektor swasta.

Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, Indyah Aryani, mengatakan bahwa meski Jawa Timur saat ini masih menjadi produsen susu terbesar di Indonesia, peningkatan produksi tetap harus dilakukan untuk mengimbangi pertumbuhan kebutuhan susu nasional.

Baca juga: Penjual Hewan Kurban Pinggir Jalan Diwajibkan Punya Rekomendasi Dinas Peternakan

Produksi Susu Jatim Terbesar di Indonesia

“Jawa Timur memang menjadi gudang ternak nasional, termasuk produsen susu terbesar di Indonesia. Populasi sapi perah di Jawa Timur saat ini sekitar 300 ribu ekor, sementara secara nasional populasi sapi perah hanya sekitar 500 ribu ekor,” kata Indyah, Selasa (2/6/2026). 

Menurutnya, tantangan terbesar saat ini adalah meningkatnya jumlah penduduk dan bertambahnya kebutuhan susu seiring pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Selain itu, perubahan pola konsumsi masyarakat juga mendorong peningkatan permintaan produk peternakan, termasuk susu segar.

“Penduduk terus bertambah, kemudian ada Program MBG yang membutuhkan pasokan pangan dalam jumlah besar. Di sisi lain pola konsumsi masyarakat juga berubah. Konsumsi susu semakin meningkat sehingga kebutuhan terus bertambah,” ujarnya.

Permintaan Susu Terus Meningkat

Karena itu, Pemprov Jatim berkolaborasi dengan pemerintah pusat dan sektor swasta untuk meningkatkan populasi sapi perah. Langkah tersebut dilakukan sesuai arahan Kementerian Pertanian guna memperkuat produksi susu dalam negeri.

Indyah menjelaskan, kerja sama dengan perusahaan swasta untuk mendatangkan sapi perah sebenarnya sudah berjalan dalam beberapa tahun terakhir.

Pada tahun lalu, perusahaan Greenfields mendatangkan sekitar 1.200 ekor sapi perah impor. Sementara itu, Rojokoyo Banyuwangi juga mengimpor sekitar 700 ekor sapi perah.

“Tahun ini rencananya akan ada impor sekitar 1.500 ekor sapi perah dari Australia. Harapannya dengan bertambahnya populasi sapi perah, produksi susu di Jawa Timur juga meningkat,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa program impor sapi perah tersebut tidak hanya berorientasi pada investasi perusahaan besar, tetapi juga dirancang untuk memperkuat peternak rakyat melalui pola kemitraan.

Dengan konsep tersebut, perusahaan besar akan bekerja sama dengan peternak lokal sehingga manfaat peningkatan populasi sapi perah dapat dirasakan secara lebih luas.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved